Nasional

Komdigi Gempur Judol: Setelah Blokir Ratusan Rekening Bank, Kini Giliran Medsos, Pekerja Migran di Kamboja Curhat

×

Komdigi Gempur Judol: Setelah Blokir Ratusan Rekening Bank, Kini Giliran Medsos, Pekerja Migran di Kamboja Curhat

Sebarkan artikel ini
Komdigi
Fenomena WNI di Kamboja

Ringkasan Berita

  • Setelah sebelumnya Menteri Komdigi Meutya Hafid saat konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Ka…
  • Hal tersebut diketahui dari beberapa akun pribadi diduga milik pekerja migran di Kamboja, yang mengeluh karena akses …
  • Akun Medsos Diblokir Pemblokiran terhadap akun yang diduga berkaitan dengan aktivitas judi daring (judol) ini belakan…

TOPIKSERU.COM – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang tergabung dalam Desk Pemberantasan Judi Online, terus menggempur judi daring dengan memutus seluruh akses mereka di Indonesia.

Setelah sebelumnya Menteri Komdigi Meutya Hafid saat konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (21/11), mengatakan telah mengajukan permohonan pemblokiran rekening bank yang terkait dengan aktivitas judi daring.

Terbaru, para pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga bekerja di Kamboja dalam beberapa hari ini mengeluhkan seluruh akses mereka telah terputus.

Hal tersebut diketahui dari beberapa akun pribadi diduga milik pekerja migran di Kamboja, yang mengeluh karena akses media sosial (medsos) mereka kini telah diblokir.

Akun Medsos Diblokir

Pemblokiran terhadap akun yang diduga berkaitan dengan aktivitas judi daring (judol) ini belakangan santer di kalangan diduga pekerja migran Indonesia di Kamboja.

Pekerja di Kamboja mulai panik dengan pemblokiran yang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan sebelumnya terhadap akun media sosial mereka.

“Info dong apakah IG (Instagram) kalian pada kena tangguhkan?” tanya seorang PMI yang berada di Kamboja melalui akun pribadinya di Facebook, dilihat Topikseru.com Sabtu (23/11).

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh akun lainnya yang diduga bekerja di Kamboja. Hal itu disampaikannya melalui akun pribadinya di Facebook.

“Apa ini, IG (Instagram) pribadi, FB (Facebook) pribadi, WA (WhatsApp) pribadi semua kena. Mana followers udah banyak,” tulisnya di dinding grup Facebook.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Sumbagut Pastikan Ketersediaan BBM dan LPG saat Nataru 2024

Kabar terkait pemblokiran akun pribadi orang-orang yang terkait judi daring (judol) ini dibenarkan oleh sumber Topikseru.com dengan nama Deris.

Dia mengatakan saat ini para pekerja migran Indonesia (PMI) di Kamboja tengah cemas. Salah satunya dengan pemblokiran akses ke media sosial pribadi mereka.

“Mereka (pekerja migran) saat ini sedang ketakutan dan bingung dengan ditutupnya akses mereka,” kata Deris.

Komdigi Blokir Ratusan Rekening Bank

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengatakan pihaknya telah mengajukan pemblokiran rekening bank yang terkait aktivitas judi online.

Hal tersebut disampaikan Meutya Hafid saat konferensi pers bersama Desk Pemberantasan Judi Online yang dihadiri Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Agama Nasarudin Umar, dan Gubernur Bank Indonesia Juda Agung, di Kantor Kementerian Komdigi.

Meutya Hafid menyebut ada 651 permohonan pemblokiran rekening bank yang terindikasi judi online selama periode 8 Agustus 2023 hingga 19 November 2024.

“Untuk permohonan pemblokiran rekening bank untuk bulan November (2024) saja, yaitu wilayah kerja Desk Judi Online ini, kami sudah mengirimkan 651 permohonan untuk rekening bank ini ditindaklanjuti atau diblokir,” kata Meutya saat konferensi pers, Kamis (21/11).

Rekening Bank BCA Terbanyak

Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga menunjukkan data jumlah rekening bank yang dipakai oknum judi online yang akan diajukan untuk dilakukan pemblokiran.

Dari data tersebut menunjukkan Bank BCA menjadi yang terbanyak yang dipakai untuk judi online, dengan jumlah 517 rekening atau 80% dari total jumlah yang diajukan.

Meutya Hafid menegaskan pihaknya akan memantau bank-bank yang terindikasi dalam aktivitas judi online.

“Kerja sama yang kuat dengan perbankan akan sangat dibutuhkan,” tegas Meutya Hafid.