Ringkasan Berita
- Kali ini, satu unit sepeda motor mahasiswa Unimed hilang di kawasan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasi…
- Korban adalah Ana Septiana (20), mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni yang aktif di kegiatan lembaga pers kampus.
- Motor miliknya raib sekitar pukul 19.00 WIB, padahal sore harinya masih terpantau di lokasi.
Topikseru.com – Isu pembatasan ojek online (ojol) di Universitas Negeri Medan (Unimed) belum mereda, kini kampus kembali jadi sorotan. Kali ini, satu unit sepeda motor mahasiswa Unimed hilang di kawasan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa Kreatif pada Rabu (15/10/2025) malam.
Korban adalah Ana Septiana (20), mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni yang aktif di kegiatan lembaga pers kampus. Motor miliknya raib sekitar pukul 19.00 WIB, padahal sore harinya masih terpantau di lokasi.
“Sore jam 3 saya parkir di sekretariat UKM, waktu keluar jam 7 malam motor sudah nggak ada. Satpam bantu cari tapi belum ketemu. CCTV di gerbang 3 dan di HTML nggak kelihatan motor saya,” ujar Ana, Kamis (16/10/2025).
Ana menilai sistem keamanan kampus lemah, terutama di malam hari.
Menurutnya, penjagaan hanya ketat pada siang hari, sementara malam lebih longgar.
“Kalau siang ketat, STNK difoto, tapi kalau malam lewat aja tanpa dicek,” ucapnya.
Kampus Akui Jadi Catatan Serius
Menanggapi kasus tersebut, Humas Unimed M. Surip menyebut hilangnya motor mahasiswa menjadi evaluasi besar bagi kampus, terutama dalam sistem keamanan.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami agar lebih siap dalam penyediaan petugas keamanan. Walaupun pengamanan sudah berjalan, masih ada saja kebobolan,” jelas Surip.
Dia menegaskan, pihak kampus tidak menutup kemungkinan akan mengganti penyedia jasa keamanan jika terbukti lalai.
“Ini jadi evaluasi besar. Bisa saja nanti penyedia jasanya diganti atau penjagaannya diperketat,” tambahnya.
Saat ini, pihak keamanan kampus masih menelusuri rekaman CCTV dan data kendaraan keluar masuk untuk melacak keberadaan motor Ana.
Dua Masalah Besar di Unimed
Kasus ini menambah daftar keluhan mahasiswa di Unimed. Sebelumnya, mahasiswa juga mengkritik aturan pembatasan ojol di Unimed yang dianggap menyulitkan akses masuk ke dalam kampus.
Meskipun pihak kampus berdalih pembatasan dilakukan karena ada ojol yang parkir sembarangan, mahasiswa menilai kebijakan itu tidak berpihak pada kebutuhan civitas akademika.
Kini, hilangnya motor mahasiswa membuat isu keamanan di Unimed semakin mencuat dan menjadi sorotan publik.













