Peristiwa

Fakta Lengkap Insiden Truk Terbakar di Aceh Utara: Bukan Milik BNPB dan Ini Penjelasan Resminya

×

Fakta Lengkap Insiden Truk Terbakar di Aceh Utara: Bukan Milik BNPB dan Ini Penjelasan Resminya

Sebarkan artikel ini
Aceh Utara
Mobil truk bawa bantuan logistik yang dibakar sejumlah warga di Aceh Utara. (TikTok/m.dhevin.alfatih)

Ringkasan Berita

  • Iskandar menjelaskan bahwa truk dengan nomor polisi BL 8013 KI yang membawa logistik menuju Kecamatan Langkahan terse…
  • Truk yang terbakar merupakan kendaraan operasional Satpol PP Aceh Utara dengan nomor polisi BL 8013 KI, dan saat keja…
  • Beredarnya klaim bahwa truk tersebut merupakan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuat situasi sem…

Topikseru.com – Insiden pembakaran sebuah truk bantuan di Aceh Utara pada Rabu malam, 10 Desember 2025, memicu sorotan publik serta menimbulkan banyak spekulasi di media sosial.

Beredarnya klaim bahwa truk tersebut merupakan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuat situasi semakin keruh.

Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam, dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Truk yang dibakar bukan milik BNPB, melainkan truk dinas Satpol PP Aceh Utara yang saat itu digunakan dalam rombongan distribusi bantuan oleh Bupati Aceh Utara.

Insiden Pembakaran Truk: Fakta yang Harus Diluruskan

Dalam video yang tersebar luas, tampak sebuah truk terbakar hingga tinggal rangka. Banyak warganet langsung mengaitkannya dengan kendaraan logistik BNPB. Padahal informasi tersebut tidak sesuai fakta.

Truk yang terbakar merupakan kendaraan operasional Satpol PP Aceh Utara dengan nomor polisi BL 8013 KI, dan saat kejadian sedang mengangkut bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di wilayah Langkahan.

BNPB tidak memiliki kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut, dan seluruh armada BNPB dipastikan berada dalam tugas resmi penanganan darurat di Aceh Utara.

Kronologi Lengkap Insiden Pembakaran Truk di Aceh Utara

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Utara, Iskandar, membenarkan dan melaporkan peristiwa pembakaran tersebut.

Iskandar menjelaskan bahwa truk dengan nomor polisi BL 8013 KI yang membawa logistik menuju Kecamatan Langkahan tersebut dikemudikan oleh Plt. Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) didampingi anggota Satpol PP.

“Truk tersebut mengalami mogok karena terperosok dalam lumpur di Desa Kaki Bale,” ungkap Iskandar. 

Kejadian bermula pada pukul 19.30 WIB, Rabu, 10 Desember 2025, saat truk Satpol PP Aceh Utara yang mengangkut 500 bungkus logistik berangkat menuju Kecamatan Langkahan sebagai bagian dari misi distribusi bantuan banjir.

Truk Terjebak di Jalan Berlumpur

Saat melintasi jalur pedalaman yang licin dan tergenang lumpur di Desa Kaki Bale, ban truk terperosok dan kendaraan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Kondisi medan yang rusak parah membuat kendaraan tersebut terpisah dari rombongan Bupati Aceh Utara.

“Tujuannya sebenarnya bantuan itu disalurkan ke wilayah Gampong Sarah Raja, namun kami salah rute. Harusnya lewat via Lhoksukon, tetapi malah menempuh jalur jalan Langkahan, jadi tidak bisa tembus karena jalannya ambles,” kata Kasat, Kamis, 11 Desember 2025.

Baca Juga  Menkeu Purbaya Sebut BNPB Masih Pegang Dana Siap Pakai Rp 500 Miliar: Kalau Butuh Tambahan, Kita Siap!

Sopir truk, yang merupakan Plt. Kepala Bidang Trantib Satpol PP, serta beberapa anggota yang mendampinginya, sempat berupaya untuk mengeluarkan truk, tetapi tidak berhasil.

Beberapa warga yang melihat truk mengangkut logistik mendatangi lokasi. Karena merasa wilayah mereka belum mendapatkan distribusi bantuan, warga meminta agar seluruh bantuan segera diturunkan di tempat. Namun sopir menolak karena harus mengikuti alur distribusi resmi, agar bantuan tepat sasaran.

Penolakan ini memicu ketegangan. Massa yang telah menunggu bantuan sejak siang hari mulai menunjukkan rasa frustrasi.

Situasi di lapangan semakin panas. Setelah negosiasi tidak menemukan titik temu, massa akhirnya mengambil logistik secara paksa dari bak truk. Anggota Satpol PP yang berada di lokasi memilih menjauh untuk menghindari bentrokan dan menjaga keselamatan diri.

Dalam hitungan menit, sebagian besar logistik diangkut oleh massa.

Setelah mengambil logistik, kemarahan massa memuncak. Mereka kemudian merusak kendaraan dan melakukan pembakaran. Api dengan cepat membesar dan melumat seluruh bagian truk hingga tidak dapat diselamatkan.

Kepala Satpol PP Aceh Utara, Iskandar, membenarkan kejadian tersebut dalam laporan resminya. Ia menegaskan bahwa pembakaran terjadi karena emosi massa yang belum menerima bantuan, bukan karena keteledoran aparat.

Penjelasan Resmi BNPB: Tidak Ada Kendaraan BNPB yang Terlibat

Beredarnya kabar mengenai keterlibatan kendaraan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam insiden truk terbakar akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari pihak berwenang.

Abdul Muhari, selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menegaskan bahwa truk yang terbakar tersebut bukan bagian dari armada BNPB dan sama sekali tidak ada keterlibatan institusi dalam kejadian tersebut.

Ia menambahkan bahwa seluruh logistik BNPB yang dikirim ke wilayah terdampak selalu menggunakan jalur resmi melalui koordinasi pemerintah daerah.

Proses distribusi bantuan juga terus diawasi agar tetap aman, lancar, dan tepat sasaran. Karena itu, informasi yang menyebut adanya kendaraan BNPB dalam peristiwa tersebut dinilai menyesatkan dan berpotensi mengganggu proses penanganan darurat.

BNPB sendiri saat ini lebih memfokuskan upaya pada proses evakuasi korban, memastikan akses distribusi bantuan tetap terbuka, serta melakukan pemantauan intensif di titik-titik banjir dan longsor yang masih dinamis. Di tengah situasi darurat seperti sekarang, BNPB mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menyebarkan informasi. Verifikasi tetap menjadi langkah penting agar tidak terjadi kepanikan atau kesalahpahaman di masyarakat. (*)