Peristiwa

Viral Pramugari Gadungan Bernama Nisya, Nekat Naik Pesawat dengan Seragam Palsu

×

Viral Pramugari Gadungan Bernama Nisya, Nekat Naik Pesawat dengan Seragam Palsu

Sebarkan artikel ini
Khairun Nisa atau Nisya, pramugari gadungan Batik Air yang viral setelah menyamar sejak 2021 dan kini mendapat tawaran sekolah pramugari gratis dari Aeronev Academy.
Khairun Nisa alias Nisya, wanita yang viral setelah terbongkar menyamar sebagai pramugari Batik Air, kini kembali menjadi sorotan publik usai mendapat tawaran pendidikan pramugari gratis dari Aeronev Academy. (Tangkapan layar media sosial)

Ringkasan Berita

  • Kasus ini viral usai diunggah oleh akun Twitter/X @ndymanoballll pada 7 Januari 2026.
  • Diduga Mengelabui Petugas Hingga Ditunggu Avsec Masih dalam cuitan tersebut, disebutkan bahwa Nisya akhirnya diamanka…
  • Aksi Nisya ini sempat mengecoh petugas karena ia membeli tiket penumpang, sehingga awalnya dikira sebagai extra crew.

Topikseru.com, Medan  – Sosok pramugari gadungan bernama Nisya mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah aksinya terbongkar nekat menaiki pesawat dengan mengenakan seragam dan identitas palsu.

Kasus ini viral usai diunggah oleh akun Twitter/X @ndymanoballll pada 7 Januari 2026.

Dalam unggahannya, pemilik akun memperingatkan publik agar lebih waspada terhadap keberadaan FA gadungan (fake flight attendant) yang mengaku sebagai awak kabin maskapai tertentu.

“Hati-hati FA gadungan/fake FA. Gila mbaknya energinya banyak banget nyamar jadi pramugari. Mengaku sebagai cabin crew. Mbak, kalau mau jadi pramugari ikut rekrutmen, belajar, jangan halu,” tulis akun tersebut.

Terbongkar Naik Pesawat Pakai Seragam dan ID Card Palsu

Tak hanya sekadar unggahan teks, akun tersebut juga membagikan empat foto yang memperlihatkan sosok Nisya tampil layaknya seorang pramugari lengkap dengan seragam, ID card, koper, serta travel bag bermerek Batik Air yang diduga palsu.

“Ada FA palsu on board. Ada boarding pass tapi pakai seragam, ID card, koper, travel bag Batik Air tapi palsu,” tulisnya lagi.

Aksi Nisya ini sempat mengecoh petugas karena ia membeli tiket penumpang, sehingga awalnya dikira sebagai extra crew.

Namun, kecurigaan muncul saat yang bersangkutan tidak mampu menjawab pertanyaan dasar layaknya awak kabin.

Diduga Mengelabui Petugas Hingga Ditunggu Avsec

Masih dalam cuitan tersebut, disebutkan bahwa Nisya akhirnya diamankan oleh petugas keamanan penerbangan (avsec) setelah pesawat mendarat.

Baca Juga  Kisah Nisya Pramugari Gadungan Batik Air: Pernah Ditipu Rp30 Juta, Kini Dapat Pendidikan Gratis

“Btw ini orang bisa on board karena beli tiket, dikira mungkin extra crew. Tapi pas ditanya bengong, nggak bisa jawab. ID card-nya juga beda sendiri. Pas landing sudah ditunggu avsec,” paparnya.

Kasus ini pun memunculkan dugaan bahwa seragam yang dikenakan Nisya sebelumnya juga sempat menipu pramugari lain yang mengira dirinya adalah rekan sesama awak kabin.

Akun Media Sosial Disorot, TikTok Diduga Hilang

Nisya diketahui kerap mengunggah foto dan video mengenakan seragam pramugari di media sosial. Salah satu akun yang disorot warganet adalah akun TikTok dengan nama pengguna @callmesyaaa, namun saat ditelusuri, akun tersebut sudah tidak dapat ditemukan.

Belum diketahui apakah akun tersebut dihapus secara sengaja atau ditutup oleh pihak platform.

Terungkapnya aksi pramugari gadungan ini langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang heran dengan motif di balik aksinya, sementara lainnya menyoroti sisi keamanan penerbangan.

“Awal kegapnya kenapa kak? Pas announce nggak bisa niru atau ketahuan pas boarding?” komentar akun @anaxahoraseu.

“Apa untungnya ya, toh beli tiket juga,” tulis akun @rudalantarbenua.

“Orang nipu effort banget tapi malah kelihatan lucu, mungkin kebanyakan nonton film penyamaran,” tulis akun @cumalaude.

Belum Ada Klarifikasi Resmi dari Maskapai

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak maskapai maupun otoritas penerbangan terkait kronologi lengkap maupun tindakan lanjutan terhadap kasus pramugari gadungan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap atribut resmi maskapai serta kewaspadaan publik terhadap penyalahgunaan identitas profesi, khususnya di sektor penerbangan yang menyangkut keselamatan banyak orang.