Peristiwa

Miris! Anak-anak Sekolah di Aceh Tengah Terpaksa Meniti Jembatan Rusak Demi Bersekolah

×

Miris! Anak-anak Sekolah di Aceh Tengah Terpaksa Meniti Jembatan Rusak Demi Bersekolah

Sebarkan artikel ini
Sejumlah anak-anak meniti jembatan rusak Aceh Tengah di Desa Segene Balik, Kecamatan Kute Penang, demi bisa bersekolah dan beraktivitas.
Sejumlah anak-anak meniti jembatan rusak Aceh Tengah di Desa Segene Balik, Kecamatan Kute Penang, demi bisa bersekolah dan beraktivitas. (meta data: Instagram/lingkaran_gayo)

Ringkasan Berita

  • Salah satunya jembatan gantung yang berada di Desa Segene Balik, Kecamatan Kute Penang.
  • Hingga kini, beberapa jalan penghubung antardesa dilaporkan masih terputus akibat dampak banjir dan longsor.
  • Viral di Media Sosial Video tersebut diunggah akun Instagram @lingkaran_gayo pada Senin, 12 Januari 2026.

Topikseru.com, Takengon – Akses jalan yang penuh risiko masih harus dihadapi warga di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah.

Hingga kini, beberapa jalan penghubung antardesa dilaporkan masih terputus akibat dampak banjir dan longsor.

Salah satunya jembatan gantung yang berada di Desa Segene Balik, Kecamatan Kute Penang.

Kondisi jembatan tersebut kini rusak parah dan hanya menyisakan kerangka besi, namun tetap dimanfaatkan warga sebagai jalur penyeberangan.

Situasi memprihatinkan itu menjadi perhatian publik setelah video anak-anak sekolah meniti jembatan rusak tersebut viral di media sosial.

Viral di Media Sosial

Video tersebut diunggah akun Instagram @lingkaran_gayo pada Senin, 12 Januari 2026.

Dalam rekaman itu, terlihat anak-anak sekolah berjalan perlahan sambil berpegangan di sisi jembatan demi menjaga keseimbangan.

Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 38 ribu kali dan menuai beragam komentar keprihatinan dari warganet.

Dalam keterangan video disebutkan, jembatan gantung itu merupakan akses penghubung utama antara Desa Segene Balik dengan Desa Atu Gogop, Desa Balik, Desa Belang Balik, dan Desa Kulem Balik.

Baca Juga  Jembatan Bailey Rampung, Akses Bireuen–Aceh Tengah Kembali Tersambung

Tak hanya meniti jembatan, pada bagian lain video juga tampak anak-anak dan warga menyeberangi sungai dengan berjalan kaki.

Saat air sungai surut, warga memanfaatkan hamparan pasir dan bebatuan meski di sejumlah titik masih terdapat aliran air.

Akses Vital Warga dan Anak Sekolah

Masih berdasarkan keterangan unggahan tersebut, jembatan gantung yang rusak ini menjadi tumpuan aktivitas sekitar 720 Kepala Keluarga (KK) di Desa Segene Balik.

Selain menjadi jalur utama anak-anak menuju sekolah, jembatan tersebut juga digunakan warga untuk menuju kebun, yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Harapan agar jembatan segera diperbaiki turut disampaikan warga melalui video yang diunggah akun TikTok @onikaskus.

“Semua bapak dan ibu terpaksa menggendong anak-anak menyeberangi air yang mengalir ini. Kami mohon kepada pihak terkait agar jembatan ini segera dibangun,” ujar seorang warga dalam video yang dikutip Selasa, 13 Januari 2026.

Ia menambahkan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur yang bisa dilalui warga.

“Anak-anak sekolah dan warga yang ke kebun hanya melalui jalur ini. Tidak ada jalan lain,” katanya.

Aceh Tengah Masih Tanggap Darurat

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana mulai 9 Januari hingga 22 Januari 2026.

Perpanjangan status tersebut dilakukan karena kondisi di sejumlah wilayah masih membutuhkan penanganan lanjutan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Berdasarkan data pemerintah daerah, tercatat 26 kampung di Aceh Tengah masih terisolir akibat terputusnya akses jalan darat serta jembatan yang belum tertangani secara permanen.

Bahkan, di beberapa wilayah, warga masih harus menggunakan tali sling sebagai satu-satunya sarana mobilitas dan distribusi bantuan.