Ringkasan Berita
- Sembilan orang yang merupakan satu keluarga tewas setelah mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi tertabrak kereta a…
- Keluarga korban, Mahyuni, mengungkapkan bahwa kesembilan korban sebelumnya menghadiri pesta hajatan di Kabupaten Batu…
- Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan kecelakaan terjadi saat mobil Toyota Avanz…
Topikseru.com, Tebing Tinggi – Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) Sribilah Utama di perlintasan tanpa palang pintu di Kota Tebing Tinggi menyisakan duka mendalam. Sembilan orang yang merupakan satu keluarga tewas setelah mobil Toyota Avanza yang mereka tumpangi tertabrak kereta api, Rabu (21/1/2026) malam.
Keluarga korban, Mahyuni, mengungkapkan bahwa kesembilan korban sebelumnya menghadiri pesta hajatan di Kabupaten Batubara. Usai acara tersebut, mereka berencana mengunjungi sanak keluarga di Kota Tebing Tinggi yang sedang sakit.
“Mereka dari Batubara hendak menjenguk keluarga yang sakit di Tebing Tinggi. Namun justru musibah ini yang terjadi,” ujar Mahyuni sambil meneteskan air mata, Kamis (22/1/2026).
Mahyuni mengaku sempat mengetahui adanya kabar kecelakaan mobil yang tertabrak kereta api. Namun, ia sama sekali tidak menyangka bahwa para korban merupakan keluarganya sendiri.
“Saya sempat mengira korbannya orang lain. Ternyata keluarga sendiri. Tidak menyangka mereka meninggal dunia dengan cara yang begitu tragis,” katanya dengan suara terbata-bata.
Berdasarkan data kepolisian, identitas sembilan korban meninggal dunia masing-masing bernama Abdul Kadir Zaelani (42) warga Medan Marelan, Rizal (59) warga Desa Sigara-gara, Daratul Lailla (50) warga Delitua, Risnawati (57) warga Delitua, MH (4) warga Delitua, RA (6) warga Delitua, Asrah (80) warga Delitua, Sri Devi (41) warga Medan Marelan, serta R (41) warga Medan.
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan kecelakaan terjadi saat mobil Toyota Avanza warna abu-abu bernomor polisi BK 1657 ABP melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Pada saat bersamaan, kereta api datang dan menabrak mobil tersebut hingga terseret sejauh kurang lebih 300 meter dari titik awal kejadian.
“Mobil tersebut diketahui mengangkut sembilan orang penumpang. Akibat peristiwa itu, seluruh penumpang menjadi korban,” ujar Ferry.
Ia merinci, berdasarkan data kepolisian, korban terdiri dari dua laki-laki dewasa, satu anak laki-laki, satu anak perempuan, serta lima perempuan dewasa.
“Delapan orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya, yang merupakan pengemudi mobil, sempat mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Sehingga total korban meninggal dunia menjadi sembilan orang,” jelasnya.
Setelah menjalani proses autopsi, seluruh jenazah korban dibawa ke rumah duka di Kota Medan pada Kamis malam. Rencananya, jenazah akan dimakamkan keesokan harinya.
Kecelakaan maut tersebut terjadi di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan IV, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi. Peristiwa ini kembali menyoroti bahaya perlintasan kereta api tanpa palang pintu yang masih banyak ditemukan di wilayah Sumatera Utara.











