Peristiwa

Banjir Aceh Barat 2026: 195 KK di Sikundo Terisolasi, Akses Jalan Terendam 1 Meter

×

Banjir Aceh Barat 2026: 195 KK di Sikundo Terisolasi, Akses Jalan Terendam 1 Meter

Sebarkan artikel ini
banjir Aceh Barat
Akses jalan menuju kawasan KAT Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (19/2/2026), terendam banjir luapan aliran sungai

Ringkasan Berita

  • Sebanyak 195 kepala keluarga (KK) di kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, dilap…
  • Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Barat (BPBD).
  • Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald, mengatakan hingga Kamis, akses menuju lokasi belum dapat dilint…

Topikseru.com, Aceh BaratBanjir Aceh Barat kembali merendam wilayah terpencil di Provinsi Aceh. Sebanyak 195 kepala keluarga (KK) di kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, dilaporkan terisolasi setelah akses jalan utama menuju permukiman mereka terendam luapan sungai setinggi satu meter.

Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Barat (BPBD).

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald, mengatakan hingga Kamis, akses menuju lokasi belum dapat dilintasi kendaraan maupun pejalan kaki.

“Saat ini akses menuju permukiman masyarakat Sikundo masih belum bisa dilintasi,” ujar Ronald.

Jalan Terendam Belasan Meter

Menurut BPBD, ruas jalan yang terendam diperkirakan mencapai belasan meter. Jalan tersebut sebelumnya dibangun pemerintah daerah untuk membuka keterisolasian wilayah KAT Sikundo yang berada di kawasan pedalaman.

Namun, intensitas hujan lebat dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sungai di sekitar permukiman meluap dan menggenangi badan jalan hingga setinggi satu meter. Akibatnya, seluruh jalur distribusi logistik maupun mobilitas warga lumpuh total.

Banjir Aceh Barat kali ini berdampak signifikan karena lokasi terdampak merupakan kawasan komunitas adat yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas umum dan layanan darurat.

BPBD Lakukan Pemantauan Intensif

BPBD Aceh Barat menyatakan saat ini masih melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi warga serta infrastruktur yang terdampak.

“Kami masih menanti surutnya air, sekaligus memastikan kondisi masyarakat di sana nantinya,” kata Ronald.

Hingga kini, pihaknya belum dapat memastikan ada atau tidaknya korban jiwa akibat banjir tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan memantau potensi kerusakan jalan yang bisa memperparah keterisolasian.

Baca Juga  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut hingga 27 November, Puluhan Daerah Berisiko Banjir dan Longsor

Petugas juga mengantisipasi kemungkinan meningkatnya debit air apabila curah hujan kembali tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Dampak Terhadap Komunitas Adat Terpencil

Wilayah Sikundo dikenal sebagai salah satu kawasan Komunitas Adat Terpencil di Kabupaten Aceh Barat. Secara geografis, kawasan ini berada jauh dari pusat pemerintahan dan bergantung pada satu akses jalan utama untuk mobilitas.

Ketika banjir Aceh Barat merendam jalan tersebut, aktivitas ekonomi, pendidikan, serta distribusi kebutuhan pokok otomatis terganggu. Kondisi ini meningkatkan risiko kerentanan sosial bagi warga setempat.

BPBD menyebutkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan perangkat desa terus dilakukan guna menyiapkan langkah darurat apabila genangan air tidak segera surut.

Waspada Cuaca Ekstrem

Sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dalam beberapa hari terakhir memang dilaporkan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini memicu kenaikan debit sungai di sejumlah daerah.

Banjir Aceh Barat menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah dengan infrastruktur terbatas.

BPBD mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir untuk tetap waspada, memantau perkembangan cuaca, serta segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan.

Upaya Menunggu Air Surut

Saat ini, langkah yang bisa dilakukan otoritas setempat adalah menunggu air surut sebelum melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi jalan dan permukiman.

Jika genangan bertahan lebih lama, BPBD tidak menutup kemungkinan akan melakukan distribusi bantuan dengan metode alternatif, termasuk jalur sungai atau evakuasi terbatas bila diperlukan.

Banjir Aceh Barat yang mengisolasi 195 KK di Sikundo menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat akses jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur vital bagi masyarakat setempat.