Peristiwa

3 Bulan Pascabanjir Bandang Aceh 2025, Banyak Sekolah Rusak dan Sulit Direnovasi

×

3 Bulan Pascabanjir Bandang Aceh 2025, Banyak Sekolah Rusak dan Sulit Direnovasi

Sebarkan artikel ini
Vilmei mengunjungi sekolah darurat di Aceh pascabanjir bandang, memperlihatkan kondisi murid yang belajar di ruang sementara serta program pembangunan hunian sementara bagi korban.
Influencer sekaligus relawan bencana, Vilmei, membagikan penuturannya mengenai kondisi sekolah darurat dan pembangunan hunian sementara di Aceh pascabanjir bandang. (Instagram.com/@vilmei)
Ringkasan Berita
  • Tiga bulan pasca banjir bandang Aceh 2025, banyak sekolah mengalami kerusakan parah dan sulit direnovasi.
  • Murid terdampak terpaksa belajar di ruko dan tenda darurat akibat rusaknya fasilitas pendidikan.
  • Sebanyak 137 rumah sementara tengah dibangun untuk membantu korban yang kehilangan tempat tinggal.

Topikseru.com – Tiga bulan setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025, kondisi pendidikan di daerah terdampak masih memprihatinkan. Sejumlah sekolah dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga sulit untuk direnovasi.

Influencer sekaligus relawan bencana Sumatera, Meicy Villia alias Vilmei, membagikan pengalamannya saat kembali meninjau lokasi terdampak banjir di Aceh. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @vilmei pada Minggu, 1 Maret 2026, ia mengungkap kondisi sejumlah sekolah yang belum pulih.

“Banyak sekolah yang sudah tidak bisa direnovasi di Aceh,” tulis Vilmei.

Sekolah Rusak, Murid Terpaksa Belajar di Ruko dan Tenda Darurat

Kerusakan infrastruktur pendidikan akibat banjir bandang Aceh 2025 membuat aktivitas belajar-mengajar harus dilakukan secara darurat. Dalam unggahannya, Vilmei menyoroti kondisi para murid yang kini belajar di ruko dan tenda darurat.

“Ini sekolah darurat di Aceh, akhirnya para murid belajar di ruko dan sebagian belajar di tenda sebagai sekolah darurat,” ujarnya.

Meski berada dalam keterbatasan, semangat anak-anak untuk tetap menimba ilmu disebut tidak surut. Mereka tetap mengikuti pelajaran meski harus belajar di tempat seadanya.

Baca Juga  Jeritan Warga Desa Juar Aceh Tamiang, Bertahan di Tengah Lumpur dan Ancaman Kelaparan Pascabanjir Bandang

Banjir bandang yang menerjang permukiman warga tidak hanya merusak sekolah, tetapi juga infrastruktur jalan dan fasilitas umum lainnya. Sejumlah keluarga korban dilaporkan masih bertahan di tenda pengungsian karena rumah mereka hanyut terbawa arus.

137 Rumah Sementara Dibangun untuk Korban Banjir Aceh

Dalam unggahan berbeda pada Sabtu, 28 Februari 2026, Vilmei juga menyampaikan perkembangan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.

Ia menyebutkan setidaknya terdapat 137 rumah sementara yang tengah dibangun untuk para korban banjir bandang Aceh.

“137 rumah sementara untuk warga Aceh. Sederhana, tapi cukup bikin nyaman. Bulan ini semoga bisa selesai, Aamiin,” tulisnya.

Pembangunan rumah sementara tersebut diharapkan dapat membantu para korban yang hingga kini belum memiliki tempat tinggal tetap.

Unggahan Vilmei pun mendapat respons luas dari warganet yang menyampaikan dukungan serta doa agar proses pemulihan pascabencana di Aceh dapat segera tuntas.

Hingga kini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah wilayah terdampak banjir bandang Aceh 2025 masih terus berlangsung, terutama pada sektor pendidikan dan perumahan warga.