Ringkasan Berita
- Bobby Nasution mengatakan alasan meminta tim hukum mencabut laporan tersebut karena mengiginkan agar proses Pilkada S…
- Kami sepakat dengan tim dan saya sudah meminta kepada tim pemenangan untuk pelaporan dicabut saja lah," kata Bobby Na…
- Mantan Wali Kota Medan ini mengatakan insiden gesekan antara penudukungnya dengan pendukung Edy Rahmayadi, sebagai pe…
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Calon Gubernur Sumatera Utara nomor 1, Bobby Nasution meminta kepada tim hukum untuk mencabut laporan terkait insiden pelemparan dalam kericuhan yang terjadi usai debat kedua di salah satu hotel di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (6/11) malam.
Bobby Nasution mengatakan alasan meminta tim hukum mencabut laporan tersebut karena mengiginkan agar proses Pilkada Sumut 2024 berjalan dengan damai dan sejuk.
“Dalam kontestasi ini kami ingin tentunya semua berjalan dengan damai dengan baik. Kami sepakat dengan tim dan saya sudah meminta kepada tim pemenangan untuk pelaporan dicabut saja lah,” kata Bobby Nasution, Jumat (8/11).
Mantan Wali Kota Medan ini mengatakan insiden gesekan antara penudukungnya dengan pendukung Edy Rahmayadi, sebagai peristiwa yang tidak boleh terulang ke depan.
Kendati dia sangat memahami bagaimana situasi yang terjadi di lapangan karena terbawa suasana debat publik kedua oleh KPU Sumut.
“Kita minta hari ini harus dicabut laporannya. Pilkada ini tujuan kita untuk memilih pemimpin dengan cara yang damai dan sejuk,” ujar Bobby.
Edy Rahmayadi Minta Jaga Demokrasi
Sebelumnya, calon Gubernur Sumut nomor urut 2 Edy Rahmayadi menanggapi insiden gesekan antara pendukungnya dengan pendukung Bobby Nasution.
Edy menilai sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, sangat menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan berekspresi.
“Demokrasi itu bebas, tetapi bebas yang terarah, bukan bebas sesukanya melakukan apa pun. Itu tentu salah. Demokrasi itu bebas menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi secara santun,” kata Edy Rahmayadi, Kamis (7/11).
Mantan Pangkostrad ini mengajak masyarakat agar menjaga suasana demokrasi di Sumatera Utara sehingga proses Pilgub Sumut 2024 berjalan dengan baik.
Dia menilai demokrasi yang baik adalah menerima pandangan orang lain tanpa memaksakan kehendak sendiri.
“Pihak lain juga harus mau mendengar dan mau mengerti, itu lah demokrasi. Untuk itu mari kita perbaiki, yang sudah sudah lah, ke depan mari kita perbaiki,” ujar calon petahana ini.
Pendukung Ricuh
Ketegangan antara pendukung Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan pendukung Bobby Nasution terjadi usai debat publik di Kota Medan, Rabu (6/11) malam. Kericuhan ini terjadi di luar hotel lokasi debat.
Berdasarkan video siaran langsung Kompas TV, kisruh terjadi saat Edy Rahmayadi terlihat keluar dan berjalan bersama pendukungnya dari hotel di Jalan Pengadilan Medan. Para pendukung terus meneriakkan yel-yel mengiringi Edy.
Namun, di sekitar lokasi ada sejumlah pendukung calon nomor 1 Bobby Nasution yang juga meneriakkan yel-yel.
Suasana yang memanas kemudian menyulut para pendukung saling dorong hingga terjadi saling lempar botol. Edy Rahmayadi selanjutnya langsung diamankan oleh pendukung dan petugas keamanan ke lokasi yang lebih aman.
Kekisruhan mereda saat polisi merangsek masuk ke tengah-tengah kedua kubu pendukung.
Edy Rahmayadi Terkena Lemparan
Edy Rahmayadi mengaku menjadi sasaran pelemparan botol minuman dari arah kerumunan pendukung Bobby Nasution usai debat publik KPU Sumut kedua di salah satu hotel di Kota Medan.
“Saya terkena (lemparan) botol. Tetapi ya sudah lah, saya anggap itu hal yang perlu kita perbaiki bersama,” kata Edy menjawab wartawan terkait insiden tersebut.
Dia mengajak semua pihak untuk senantiasa menjaga suasana demorasi yang damai di Sumatera Utara.
Calon petahana ini menyebut jangan sampai demokrasi menjadi kebablasan dan menghilangkan kondusifitas.
“Demokrasi kita harus diperbaiki. Ini sudah berlebihan dan sudah tidak pada tempatnya,” pungkasnya.












