Ringkasan Berita
- "Hari ini kami sudah membuat laporan ke Bawaslu Sumut terkait dugaan intimidasi oleh Plt Bupati Tapanuli Selatan terh…
- Hari ini dia dengan berani hadir ke Bawaslu Sumut untuk memberikan keterangan," pungkasnya.
- Dia mengatakan selain mendapat rekaman suara dugaan intimidasi kepada para guru, pihaknya juga menerima pengaduan dar…
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Tim Hukum Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor 2 Edy Rahmayadi – Hasan Basri Sagala, melaporkan dugaan intimidasi oleh Plt Bupati Tapanuli Selatan Rasyid Assaf Dongoran terhadap para guru SD dan SMP di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Ketua Tim Hukum pasangan calon Edy Rahmayadi – Hasan Basri, Yance Aswan mengatakan berdasarkan rekaman suara yang mereka terima, Plt Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran mengintimidasi para guru untuk memilih pasangan calon nomor 1, Bobby Nasution – Surya.
“Hari ini kami sudah membuat laporan ke Bawaslu Sumut terkait dugaan intimidasi oleh Plt Bupati Tapanuli Selatan terhadap para guru SD dan SMP di Kabupaten Tapanuli Selatan,” kata Yance, Kamis (14/11).
Dia mengatakan selain mendapat rekaman suara dugaan intimidasi kepada para guru, pihaknya juga menerima pengaduan dari seorang ASN yang menjadi korban intimidasi.
Yance menyebut ASN tersebut juga ikut bersama tim hukum ke Bawaslu Sumut untuk memberikan keterangan atas peristiwa yang terjadi.
“Yang menarik adalah, yang mengungkap peristiwa intimidasi ini adalah seorang ASN yang ikut dalam pertemuan pada 31 Oktober 2024 tersebut,” ujar Yance Aswan.
Tim Hukum Edy Rahmayadi – Hasan Basri mengimbau kepada para ASN yang mendapat perlakuan intimidatif agar memilih salah satu pasangan calon pada Pilkada Sumut 2024, berani melaporkan tindakan tersebut kepada mereka.
Keberanian dari para korban intimidasi, lanjut Yance, sangat penting dalam menjaga iklim demokrasi khususnya Pilkada Sumut.
Hal tesebut sebagaimana yang dilakukan seorang ASN asal Kabupaten Tapanuli Selatan yang telah memberikan keterangan keapda Bawaslu Sumut.
“Kami meminta kepada seluruh ASN untuk tidak takut dan berani menolak intimidasi sebagaimana yang dilakukan ASN di Tapanuli Selatan ini. Hari ini dia dengan berani hadir ke Bawaslu Sumut untuk memberikan keterangan,” pungkasnya.












