Ringkasan Berita
- Namun, di balik ancaman kenaikan tarif era Presiden Donald Trump, CEO BMW Oliver Zipse justru menebar optimisme.
- Trump Siapkan Surat Tarif untuk Eropa Pekan ini, Uni Eropa menunggu isi surat dari pemerintahan Trump yang dikabarkan…
Topikseru.com – Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa kembali memanas, terutama soal tarif impor Trump yang berdampak pada pasar otomotif.
Namun, di balik ancaman kenaikan tarif era Presiden Donald Trump, CEO BMW Oliver Zipse justru menebar optimisme.
Zipse percaya, kesepakatan dagang baru antara Uni Eropa dan AS masih bisa ditempuh dalam waktu dekat – dan hasilnya “masih bisa dikelola”.
“Saya optimistis akan ada hasil yang dapat dikelola, tetapi kita harus menunggu hasilnya,” kata Zipse di Munich melansir Reuters, Jumat (11/7).
Zipse menyebut salah satu kunci kesepakatan adalah kemungkinan munculnya mekanisme jaring, yaitu skema penyeimbang agar ekspor otomotif dari AS bisa mengimbangi volume impor dari Eropa.
BMW punya posisi strategis. Pabrik BMW di Spartanburg, Carolina Selatan, tercatat sebagai basis produksi terbesar BMW di dunia. Pada 2024 saja, BMW mengekspor 225.000 mobil dari AS, menghasilkan nilai ekspor lebih dari $10 miliar.
“Kalau mekanisme ini disepakati, dampaknya akan signifikan bagi BMW. Kami ini eksportir mobil terbesar dari AS,” tegas Zipse.
Sumber yang dekat dengan pembicaraan mengungkapkan, mekanisme jaring juga bisa mencakup impor suku cadang mobil, yang nilainya tak kalah besar.
Trump Siapkan Surat Tarif untuk Eropa
Pekan ini, Uni Eropa menunggu isi surat dari pemerintahan Trump yang dikabarkan akan memuat kerangka kesepakatan perdagangan baru, termasuk rincian tarif impor mobil. Trump bahkan mengatakan, surat tersebut bisa diterima Eropa mulai Jumat.
Tarif tinggi untuk mobil Eropa, terutama Jerman, sudah lama menjadi kartu negosiasi Trump di meja dagang Washington.
Tahun lalu, pemerintahan Trump berulang kali mengancam menaikkan bea masuk mobil Eropa hingga 25 persen.
Brussels Siapkan Taktik Tarif Impor Trump
Sumber Reuters menyebut, Komisi Eropa (Brussels) tak tinggal diam. Mereka dikabarkan telah menyiapkan paket langkah peredam, mulai dari kredit ekspor dan investasi, hingga opsi pemangkasan tarif bersama.
Skenario ini diharapkan menahan dampak perang dagang yang bisa mengguncang industri otomotif Eropa, yang selama ini menjadikan pasar AS sebagai salah satu tujuan ekspor terbesar.
Industri otomotif Eropa sedang menghadapi tekanan ganda: tarif AS, transisi ke mobil listrik, dan kompetisi sengit dari pabrikan China. Kenaikan tarif hanya akan menambah beban di tengah perlambatan ekonomi global.
Dengan ekspor ribuan unit mobil setiap tahun, BMW, Mercedes-Benz, dan Volkswagen menjadi pemain utama yang paling rawan terdampak.









