Ringkasan Berita
- Di tengah gempuran kampanye transisi energi, pertanyaan besarnya: lebih untung mana, motor listrik atau motor BBM?
- Pemerintah pun gencar menggelontorkan subsidi motor listrik demi mendorong masyarakat beralih.
- Apakah motor listrik sanggup untuk perjalanan jarak jauh?
Topikseru.com – Motor listrik makin dilirik, motor bensin tetap digandrungi. Di tengah gempuran kampanye transisi energi, pertanyaan besarnya: lebih untung mana, motor listrik atau motor BBM?
Pemerintah pun gencar menggelontorkan subsidi motor listrik demi mendorong masyarakat beralih.
Tapi benarkah biaya perawatan motor listrik lebih murah? Apakah motor listrik sanggup untuk perjalanan jarak jauh? Dan siapa yang sebenarnya berhak atas insentif subsidi motor listrik ini?
Berikut fakta-faktanya
1. Biaya Perawatan Motor Listrik vs Motor BBM
Tak sedikit pengguna motor konvensional yang mulai berhitung. Sebab, biaya perawatan motor listrik secara umum jauh lebih murah dibanding motor bensin.
Kenapa?
Motor listrik tidak butuh ganti oli rutin, busi, filter udara, rantai, atau bensin.
Komponen bergerak pada motor listrik lebih sedikit, sehingga minim keausan.
Biaya pengisian baterai juga relatif murah, hanya Rp3.000–Rp5.000 sekali isi daya penuh.
Sebaliknya, motor BBM tetap memerlukan perawatan rutin:
– Ganti oli setiap 2.000–3.000 km.
– Servis rutin mesin, karburator/injeksi, dan penggantian busi.
– Pengeluaran untuk bensin, yang bisa membengkak seiring naiknya harga BBM.
2. Performa Jarak Jauh: Motor Listrik Sanggup?
Tantangan utama motor listrik memang ada di jarak tempuh. Rata-rata motor listrik di Indonesia memiliki jarak tempuh 40–70 km sekali cas, tergantung kapasitas baterai.
Beda dengan motor BBM yang bisa menempuh ratusan kilometer dalam satu tangki penuh dan mudah diisi ulang dalam hitungan menit.
Motor listrik cocok untuk mobilitas harian di perkotaan, tapi untuk perjalanan antarkota atau touring, infrastruktur stasiun pengisian baterai (SPBKLU) masih jadi PR besar. Apalagi proses pengisian daya bisa memakan waktu 2–4 jam.
Perbandingan Motor Listrik vs Motor BBM

3. Program Subsidi Motor Listrik: Siapa Berhak?
Sejak 2023, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dan ESDM mengucurkan subsidi motor listrik sebesar Rp7 juta per unit.
Syarat penerima subsidi motor listrik 2025:
– Warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun.
– Memiliki KTP.
– Satu NIK hanya bisa dapat satu unit subsidi.
– Prioritas untuk penerima KUR, BPUM, penerima subsidi listrik 450–900 VA, hingga peserta program bantuan sosial lainnya.
Selain pembelian baru, program konversi motor BBM ke motor listrik juga masih berlaku dengan subsidi Rp 10 juta per unit.
Motor Listrik atau Motor BBM?
Kalau mobilitas harian hanya di perkotaan dengan jarak dekat, motor listrik jelas lebih irit biaya. Tapi untuk perjalanan jauh, motor bensin masih unggul soal fleksibilitas.
Pilih motor listrik? Pastikan punya akses colokan listrik memadai, paham cara perawatan baterai, dan manfaatkan subsidi motor listrik agar lebih hemat di kantong.







