Otomotif

Dealer Honda dan Mitsubishi Mulai Ganti Logo ke Brand Mobil China, Pengamat: Virus Bisnis yang Menular

×

Dealer Honda dan Mitsubishi Mulai Ganti Logo ke Brand Mobil China, Pengamat: Virus Bisnis yang Menular

Sebarkan artikel ini
mobil China di Indonesia
Pengunjung melihat sejumlah kendaraan yang dipajang dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Sudirman Grand Ballroom, Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/10/2025). Foto: Antara

Ringkasan Berita

  • "Brand Jepang menghadapi tantangan mempertahankan dominasi, karena brand China menawarkan harga kompetitif, teknologi…
  • Mobil China Melonjak 350% YoY Sebaliknya, menurut Yannes, penjualan mobil China naik lebih dari 350% pada Juli 2025.
  • Dampaknya kini mulai terasa di tingkat jaringan penjualan, di mana sejumlah dealer Honda dan Mitsubishi terpaksa meng…

Topikseru.com – Derasnya penetrasi merek mobil asal China terus mengguncang pasar Indonesia. Dampaknya kini mulai terasa di tingkat jaringan penjualan, di mana sejumlah dealer Honda dan Mitsubishi terpaksa mengganti logo mereka dengan jenama baru asal Tiongkok seperti Chery dan BYD.

Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai fenomena ini sebagai cerminan kerasnya persaingan otomotif Tanah Air.

“Brand Jepang menghadapi tantangan mempertahankan dominasi, karena brand China menawarkan harga kompetitif, teknologi canggih, dan desain inovatif dengan value for money tinggi,” ujarnya (1/11/2025).

Dealer Honda Tutup, Logo Berganti ke Brand China

Beberapa dealer Honda yang sudah belasan tahun beroperasi kini menurunkan logo “H” pada fasad mereka dan menggantinya dengan merek China.

Lokasi dealer yang terdampak meliputi:

  • Jemursari, Surabaya
  • Pasteur, Bandung
  • Triputra, Bekasi
  • Trimegah, BSD, Tangerang Selatan

Sementara dealer Mitsubishi di kawasan Cinere, Jawa Barat, juga dikabarkan berubah menjadi dealer Chery.

Penurunan minat terhadap mobil Jepang menjadi salah satu faktor pemicu pergeseran ini.

Data GAIKINDO: Pengiriman Honda Terus Menurun

Mengacu data wholesales GAIKINDO, distribusi kendaraan Honda dari pabrik ke dealer pada 2025 menunjukkan tren yang kurang menggairahkan.

Distribusi unit Honda per bulan 2025:

  • Januari: 8.757 unit
  • Februari: 6.303 unit
  • Maret: 3.000 unit
  • April: 3.166 unit
  • Mei: 4.179 unit
  • Juni: 4.179 unit
  • Juli: 5.235 unit
  • Agustus: 4.375 unit
  • September: 4.332 unit

Secara Year on Year (YoY), Honda mencatat penurunan 32,7%, hanya mengirimkan 46.623 unit sepanjang 2025, jauh di bawah periode yang sama 2024 (69.320 unit).

Mitsubishi Mengalami Nasib Serupa

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) juga turun 9,7% YoY, dengan total pengiriman hanya 48.944 unit.

Tahun sebelumnya, dalam periode yang sama, Mitsubishi mampu mendistribusikan 54.207 unit.

Mobil China Melonjak 350% YoY

Sebaliknya, menurut Yannes, penjualan mobil China naik lebih dari 350% pada Juli 2025.

Dealer-dealer mulai tertarik karena:

  • profit margin tinggi
  • volume EV murah meningkat
  • dukungan teknologi lebih agresif

“Efek ini pelan tapi pasti menjadi semacam virus yang menulari cara pandang dealer konvensional,” jelas Yannes.

Jika tidak ada pembaruan strategi, ia memprediksi lebih banyak dealer Jepang akan melakukan reposisi bisnis.

Arah Pasar Otomotif Mulai Bergeser

Dengan penetrasi kendaraan listrik, agresivitas harga, dan inovasi teknologi, dominasi manufaktur Jepang di Indonesia kini berada dalam tekanan serius.

Fenomena perubahan logo dealer hanya menjadi tanda awal dari peta persaingan baru di industri otomotif nasional.