Ringkasan Berita
- Dalam uji coba tersebut, bahan bakar bioetanol murni E100 dipasok langsung ke tangki mobil oleh tim Kementerian, PT P…
- Hasilnya mengejutkan, kendaraan justru memiliki tarikan lebih agresif dibanding BBM fosil yang biasa digunakan.
- Setelah itu, Menhut mengambil alih kemudi untuk melihat performa kendaraan di berbagai kondisi jalan.
Topikseru.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjajal langsung performa bahan bakar nabati bioetanol E100 berbasis aren pada kendaraan diesel Toyota Fortuner di kawasan Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/11).
Hasilnya mengejutkan, kendaraan justru memiliki tarikan lebih agresif dibanding BBM fosil yang biasa digunakan.
Dalam uji coba tersebut, bahan bakar bioetanol murni E100 dipasok langsung ke tangki mobil oleh tim Kementerian, PT Pertamina, dan perwakilan kementerian terkait lainnya.
Setelah itu, Menhut mengambil alih kemudi untuk melihat performa kendaraan di berbagai kondisi jalan.
“Sama sekali tidak ada kendala. Mobil bukan hanya jalan, tapi tarikannya mantap sekali,” ujar Raja Juli Antoni di hadapan awak media.

Bioetanol Aren Buatan Tasikmalaya: Mulai Buktikan Skala Industrinya
Bioetanol yang digunakan berasal dari pohon aren hasil produksi petani di Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra aren terbesar di Jawa Barat.
Menurut Menhut, pembuktian ini semakin menguatkan keyakinan bahwa aren dapat menjadi tulang punggung energi terbarukan Indonesia.
“Bahan bakar ini dihasilkan dari petani lokal. Ini bukti bahwa aren bisa masuk ke sektor energi dan memberi nilai ekonomi yang jauh lebih besar,” jelasnya.
Keberhasilan uji coba ini disebut menjadi sinyal kuat bagi rencana besar pemerintah dalam memperluas penggunaan energi hijau, khususnya bioetanol yang menjadi salah satu fokus Presiden Prabowo Subianto.
Menuju Ketahanan Energi Nasional: Target 1 Juta Hektare Aren
Dalam pemaparannya, Menhut menyebut Indonesia memiliki peluang besar menjadi produsen bioetanol berbasis aren di kawasan Asia.
Dia memasang target ambisius untuk menanam 1 juta hektare aren sebagai fondasi produksi massal etanol nasional.
Dengan target tersebut, Indonesia diperkirakan mampu menghasilkan 24 juta kiloliter (kl) etanol per tahun.
“Kalau kita berhasil menanam satu juta hektare, produksi etanol bisa mencapai 24 juta kl. Dengan itu, Indonesia tidak perlu impor BBM lagi,” tegasnya.
Dia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT).
Pertamina dan Pemerintah Gaspol Pengembangan E100
PT Pertamina turut mendampingi proses uji coba dan menyatakan kesiapan melakukan penelitian lanjutan untuk memastikan aspek teknis, distribusi, serta efisiensi E100 berbasis aren.
Kolaborasi lintas kementerian disebut menjadi faktor penting agar Indonesia mampu mempercepat industrialisasi bioetanol.








