Ringkasan Berita
- Hal itu ia sampaikan dalam acara pertemuan bisnis yang digelar Kadin Indonesia dan dihadiri langsung oleh Perdana Men…
- Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan resmi PM Li Qiang di Jakarta selama tiga hari, yang bertepa…
- Diplomasi dan Investasi dalam Balutan Jas Hitam Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam pertemuan b…
Topikseru.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atas konsistensinya dalam membela rakyat Palestina dan negara-negara tertindas di dunia.
Hal itu ia sampaikan dalam acara pertemuan bisnis yang digelar Kadin Indonesia dan dihadiri langsung oleh Perdana Menteri China, Li Qiang, di Jakarta, Sabtu (24/5) malam.
“Dari hati saya, atas nama pribadi dan rakyat Indonesia, kami sampaikan hormat kami kepada kepemimpinan Republik Rakyat Tiongkok dalam membela rakyat-rakyat yang tertindas di seluruh dunia,” ujar Prabowo dalam pidatonya di hadapan puluhan pengusaha dan delegasi kedua negara.
Prabowo menyebut sikap China terhadap Palestina sebagai bentuk solidaritas yang konsisten.
Menurut dia, bahkan ketika ekonomi China belum sekuat sekarang, negara itu sudah menunjukkan keberpihakan terhadap perjuangan kemerdekaan dan perlawanan terhadap penindasan global.
“Republik Rakyat Tiongkok tetap membela perjuangan gerakan-gerakan pembebasan di mana pun, bukan hanya saat mereka kuat, tetapi sejak masih dalam tahap membangun,” kata Presiden.
Tak hanya membela Palestina, menurut Prabowo, China juga aktif menyuarakan dukungan terhadap negara-negara berkembang yang sedang membangun, sekaligus tegas menolak imperialisme, kolonialisme, dan apartheid.
Diplomasi dan Investasi dalam Balutan Jas Hitam

Dalam acara pertemuan bisnis tersebut, Presiden Prabowo dan PM Li Qiang kompak mengenakan setelan jas hitam. Keduanya tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan resmi PM Li Qiang di Jakarta selama tiga hari, yang bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia -Tiongkok.
Pertemuan ini mempertemukan puluhan pengusaha dari kedua negara untuk menjajaki peluang kerja sama dan investasi.
Hadir pula sejumlah pejabat tinggi negara dari Indonesia, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Rosan P. Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam konteks global yang tengah diwarnai konflik dan ketimpangan, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa kekuatan tidak harus menjadi alat penindasan.
Presiden Prabowo percaya China dan Indonesia dapat menunjukkan bahwa kekuatan bisa digunakan untuk membangun kesejahteraan bersama.
“Kita bisa tunjukkan kepada dunia bahwa kekuatan tidak selalu berarti satu di atas dan yang lain di bawah,” ujar Prabowo, menutup pernyataannya.







