Ringkasan Berita
- "Serangkaian serangan terhadap Iran baru-baru ini menunjukkan Israel yang semakin mengabaikan perdamaian dan stabilit…
- Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Iran mencatat lebih dari 400 korban jiwa dan 3.056 orang terluka akibat agres…
- Dalam pidatonya, Menlu RI Sugiono menyebut tindakan militer Israel sebagai pelanggaran besar terhadap hukum internasi…
Topikseru.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, secara tegas mengecam agresi Israel ke wilayah Iran dan Jalur Gaza dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri ke-51 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Sabtu (21/6) waktu setempat.
Dalam pidatonya, Menlu RI Sugiono menyebut tindakan militer Israel sebagai pelanggaran besar terhadap hukum internasional yang kian mengikis harapan perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
“Serangkaian serangan terhadap Iran baru-baru ini menunjukkan Israel yang semakin mengabaikan perdamaian dan stabilitas,” kata Menlu Sugiono dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Ahad (22/6).
Serangan ke Fasilitas Nuklir Iran
Sugiono secara khusus menyoroti serangan Israel ke fasilitas nuklir di Iran, menyebutnya sebagai ancaman terhadap keselamatan umat manusia dan lingkungan. Ia mengutip pernyataan resmi IAEA (Badan Energi Atom Internasional) yang menyatakan bahwa fasilitas nuklir tidak boleh diserang dalam kondisi apapun.
“Agresi Israel terhadap Iran semakin menggagalkan semua upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas,” ujarnya.
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Iran mencatat lebih dari 400 korban jiwa dan 3.056 orang terluka akibat agresi Israel yang telah berlangsung selama sembilan hari terakhir.
Situasi Gaza dan Tepi Barat
Dalam forum tersebut, Sugiono juga menegaskan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Ia menyebut tindakan militer Israel sebagai kejahatan berat yang memperparah penderitaan warga sipil, utamanya wanita dan anak-anak.
“Kejahatan tersebut semakin menimbulkan keraguan terhadap peluang terwujudnya solusi dua negara yang kita semua yakini,” ujar Sugiono.
Berdasarkan data terbaru, sejak Oktober 2023, lebih dari 55.900 warga Palestina telah tewas dalam konflik di Gaza, menjadikannya salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di kawasan dalam beberapa dekade terakhir.
Desak OIC Bersatu Tekan Israel
Menlu Sugiono menyerukan agar OKI memperkuat solidaritas diplomatik dan kolaborasi ekonomi antarnegara Muslim untuk menekan Israel menghentikan agresinya.
Dia menekankan bahwa solusi damai hanya bisa terwujud jika semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog multilateral.
“Kami mendukung semua upaya kolektif untuk mendesak Israel menghentikan pelanggaran hukum internasional dan mengakhiri pendudukan di Palestina,” ucapnya.









