Politik

Megawati Soekarnoputri Tegaskan Kader PDIP Tak Setia Lebih Baik Mundur: Jangan Jadikan Partai Tempat Berlindung!

×

Megawati Soekarnoputri Tegaskan Kader PDIP Tak Setia Lebih Baik Mundur: Jangan Jadikan Partai Tempat Berlindung!

Sebarkan artikel ini
Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat Kongres Ke-6 PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (2/8/2025).

Ringkasan Berita

  • Dalam pidato politiknya di Kongres Ke-6 PDIP yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Sabtu (3/8/2025…
  • "Kalau tidak siap patuh dan setia pada instruksi saya, lebih baik mundur secara ksatria!" tegas Megawati di podium, d…
  • Mandat Ketua Umum Adalah Beban, Bukan Kebanggaan Megawati pun menegaskan bahwa kepercayaan kader kepadanya untuk kemb…

Topikseru.com – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kembali menegaskan garis merah partai banteng moncong putih, yakni kesetiaan tanpa kompromi.

Dalam pidato politiknya di Kongres Ke-6 PDIP yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Sabtu (3/8/2025), Presiden ke-5 RI ini mengingatkan ribuan kader dari seluruh Indonesia untuk tidak bermain api di rumah partai.

“Kalau tidak siap patuh dan setia pada instruksi saya, lebih baik mundur secara ksatria!” tegas Megawati di podium, disambut sorak sorai para kader.

Megawati Soekarnoputri Larang Kader PDIP Jadikan Partai Sebagai ‘Perisai Kesalahan’

Dalam orasinya, Megawati menyoroti perilaku segelintir kader yang kerap menjadikan PDIP sekadar kendaraan politik, bahkan tameng untuk menutupi kepentingan pribadi.

Baca Juga  Hasto Kristiyanto Kembali Jadi Sekjen PDIP 2025–2030, Megawati Pertahankan Struktur Kunci Partai

Ia mengingatkan, PDIP bukan panggung untuk berburu kekuasaan semata.

“Jangan sampai partai ini dijadikan tempat berlindung dari kesalahan-kesalahan. Apalagi ajang mencari kekayaan pribadi,” tandas Megawati, menekankan bahwa musuh PDIP tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam, berupa mental oportunis kader yang melenceng.

Mandat Ketua Umum Adalah Beban, Bukan Kebanggaan

Megawati pun menegaskan bahwa kepercayaan kader kepadanya untuk kembali memimpin PDIP tidak ia anggap sebagai penghargaan pribadi, melainkan beban ideologis untuk menjaga marwah partai.

“Saya bukan ketua umum untuk dilayani. Saya adalah ketua umum agar selalu dipercaya menjaga api ideologi agar tidak padam,” ujarnya.

Soliditas Kader Jadi Benteng Hadapi Dinamika Global

Dalam pidato politiknya, Megawati menyinggung tantangan eksternal yang kian kompleks di tengah dinamika global.

Menurutnya, konsolidasi internal dan kesetiaan ideologis menjadi kunci agar PDIP tidak goyah.

“Mandat ini saya terima dengan penuh tanggung jawab, bukan dengan kebahagiaan. Karena ini bukan pujian,” ungkap Megawati, menegaskan kembali bahwa setia pada ideologi dan perintah partai adalah harga mati.