Ringkasan Berita
- Menurut Bahlil, sikap ini merupakan konsistensi dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar 2024, yang memut…
- "Mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran secara murni dan konsekuen, tanpa tawar-tawar,” ujar Bahlil Lahadalia dalam …
- Golkar Jadi “Antibodi” Pemerintahan Bahlil Lahadalia menggunakan analogi tajam.
Topikseru.com – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan sikap politik partainya yang konsisten mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tanpa syarat.
“Mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran secara murni dan konsekuen, tanpa tawar-tawar,” ujar Bahlil Lahadalia dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tengah di Kota Palu, Minggu (17/8).
Golkar Jadi “Antibodi” Pemerintahan
Bahlil Lahadalia menggunakan analogi tajam. Ia menyebut bila ada “bibit penyakit” yang berupaya mengganggu stabilitas pemerintahan, maka Partai Golkar akan menjadi garda terdepan melawannya.
“Itu dari tingkat pusat sampai bawah,” tegasnya.
Menurut Bahlil, sikap ini merupakan konsistensi dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar 2024, yang memutuskan dukungan penuh terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran selama lima tahun ke depan.
Golkar Milik Semua Rakyat
Bahlil juga menegaskan bahwa Partai Golkar bukan milik segelintir kelompok. “Golkar lahir bukan untuk memperjuangkan satu kelompok tertentu, melainkan tujuan cita-cita kemerdekaan: kesejahteraan, kecerdasan, kesehatan, dan pemerataan,” ucapnya.
Menurut dia, doktrin “karya kekaryaan” yang menjadi roh perjuangan Golkar sejalan dengan visi Presiden Prabowo.
Bahkan, kata Bahlil Lahadalia tidak ada perbedaan antara pidato Prabowo saat konvensi Golkar 2004 dengan pidato programnya sebagai Presiden RI saat ini.
Pernyataan Bahlil di Palu menggarisbawahi peran Partai Golkar sebagai salah satu partai besar di Indonesia yang akan memastikan stabilitas politik pemerintahan.
Dengan basis dukungan yang kuat dari pusat hingga daerah, Golkar menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar utama koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.













