Ringkasan Berita
- Pengucapan sumpah dipimpin langsung Ketua BEM-SI, Muzammil Ihsan, usai menyampaikan aspirasi dan tuntutan mahasiswa k…
- Isi Sumpah Mahasiswa Sumpah yang diucapkan Muzammil dan diikuti oleh para wakil ketua DPR berbunyi: “Kami Mahasiswa…
- "Saya ingin mengingatkan bahwa perjuangan kita hari ini berasal dari mahasiswa.
Topikseru.com – Momen tak biasa terjadi di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Tiga Wakil Ketua DPR RI, yakni Sufmi Dasco Ahmad (Gerindra), Cucun Ahmad Syamsurizal (PKB), dan Saan Mustopa (NasDem), ikut mengucapkan Sumpah Mahasiswa bersama perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI), organisasi kepemudaan, dan keagamaan.
Pengucapan sumpah dipimpin langsung Ketua BEM-SI, Muzammil Ihsan, usai menyampaikan aspirasi dan tuntutan mahasiswa kepada DPR.
“Saya ingin mengingatkan bahwa perjuangan kita hari ini berasal dari mahasiswa. Bapak-bapak di depan sini juga pernah menjadi mahasiswa,” kata Muzammil sebelum membacakan sumpah.
Dia kemudian meminta seluruh peserta audiensi untuk berdiri, mengepalkan tangan kiri, dan mengucapkan sumpah secara serentak. Ketiga pimpinan DPR yang hadir pun mengikuti instruksi tersebut.
Isi Sumpah Mahasiswa
Sumpah yang diucapkan Muzammil dan diikuti oleh para wakil ketua DPR berbunyi:
“Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah: Bertanah air satu tanah air tanpa penindasan.
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah: Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan.
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah: Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan, bahasa tanpa kemunafikan.”
Usai pembacaan sumpah, Muzammil menutup dengan seruan, “Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia,” yang sontak disambut riuh oleh para perwakilan audiensi.
Simbolik, tapi Sarat Pesan
Momen pimpinan DPR mengucapkan sumpah mahasiswa dinilai sarat pesan simbolik.
BEM-SI ingin mengingatkan bahwa peran mahasiswa tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan bangsa, termasuk dalam mengawal agenda demokrasi, keadilan, dan reformasi politik.
Sebelumnya, dalam audiensi itu, mahasiswa juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada DPR, termasuk isu transparansi kebijakan dan keberpihakan parlemen terhadap rakyat.













