Politik

Ketua Komisi XIII DPR Nilai Ferry Irwandi Layak Diapresiasi Negara atas Aksi Kemanusiaan

×

Ketua Komisi XIII DPR Nilai Ferry Irwandi Layak Diapresiasi Negara atas Aksi Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Ferry Irwandi diapresiasi negara
Ferry Irwandi dan simbol 'X" pada punggung tangan

Ringkasan Berita

  • Willy menyebut, keterlibatan Ferry Irwandi dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mence…
  • Penilaian itu didasarkan pada kontribusi Ferry dalam aksi kemanusiaan saat tanggap darurat bencana di sejumlah wilaya…
  • Salah satunya kepada Ferry Irwandi," ujar Willy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Topikseru.com – Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menilai kreator konten Ferry Irwandi layak mendapatkan apresiasi dari negara, termasuk dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Penilaian itu didasarkan pada kontribusi Ferry dalam aksi kemanusiaan saat tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Willy menyebut, keterlibatan Ferry Irwandi dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya semangat gotong royong dan solidaritas sosial.

“Mari kita menjadi bangsa yang pemaaf, kemudian menjadi bangsa yang tidak pelit memberikan apresiasi. Salah satunya kepada Ferry Irwandi,” ujar Willy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Transparan dan Mengedepankan Gotong Royong

Willy menilai, Ferry tidak hanya berperan dalam penggalangan dana bagi korban bencana, tetapi juga menyalurkan bantuan secara terbuka dan transparan.

Baca Juga  Mahasiswa STIE Gelar Gotong Royong di Desa Jago-jago Tapteng

Hal itu, kata dia, menjadi contoh konkret praktik nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai mitra kerja BPIP, Komisi XIII DPR memandang aksi kemanusiaan yang dilakukan Ferry Irwandi mencerminkan nilai gotong royong, yang merupakan salah satu fondasi utama ideologi Pancasila.

Dorong BPIP Apresiasi Figur Teladan

Willy menyampaikan bahwa BPIP dapat memberikan apresiasi tidak hanya kepada kreator konten, tetapi juga kepada figur-figur lain dari berbagai sektor yang merepresentasikan nilai Pancasila.

Figur tersebut, menurut dia, dapat berasal dari kalangan polisi, tentara, bidan, dokter, guru, birokrat, aparatur sipil negara, pekerja swasta, hingga aktivis sosial.

Dia menilai, pemberian penghargaan kepada figur-figur tersebut dapat menjadi sarana BPIP untuk menghadirkan contoh nyata pengamalan Pancasila di tengah masyarakat.

“Dengan cara itu, BPIP bisa berperan sebagai katalisator perubahan struktural, kultural, dan natural,” kata Willy.

Menurut dia, Pancasila merupakan pelumas yang mampu menggerakkan ketiga perubahan tersebut secara bersamaan, sehingga nilai-nilainya tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman.