Politik

Transisi Kekuasaan Nasional, Fuad Ginting: Jokowi Ingin Tetap Tancapkan Kuku

×

Transisi Kekuasaan Nasional, Fuad Ginting: Jokowi Ingin Tetap Tancapkan Kuku

Sebarkan artikel ini
Akademisi UMA, Fuad Ginting
Dosen FISIP Universitas Medan Area (UMA), Fuad Ginting. Foto: Dok Pribadi

Ringkasan Berita

  • Misalnya yang terjadi pada Partai Golkar dan beberapa partai lain, yang akan segera melakukan perhelatan internal sec…
  • Antara Jokowi dan PDI Perjuangan, partai yang dulu mengusungnya sebagai Presiden 2 periode.
  • "Ini mengganggu kestabilan tentunya, karena ini partai-partai besar.

TOPIKSERU.COM, Akademisi Universitas Medan Area (UMA), Fuad Ginting mengatakan, pada transisi kekuasaan nasional saat ini, gerakan-gerakan istana dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi sangatlah kentara.

“Presiden saat ini ingin tetap menancapkan kukunya di pemerintahan yang akan datang,” kata Fuad menjawab Topikseru.com, Kamis (29/8) pagi.

Misalnya yang terjadi pada Partai Golkar dan beberapa partai lain, yang akan segera melakukan perhelatan internal secara nasional dalam waktu dekat.

“Ini mengganggu kestabilan tentunya, karena ini partai-partai besar. Golkar misalnya, banyak memenangkan kursi dan dominan di pileg kemarin,” kata Fuad.

Misal lain, lanjut Dosen FISIP ini, perlawanan DPR RI terhadap putusan MK terkait ambang batas pencalonan kepala daerah. Sikap berbeda dilakoni DPR ketika MK meloloskan Gibran di pencalonannya sebagai Wakil Presiden. Sikap DPR tanpa penolakan.

“Namun pada putusan MK yang terakhir, yang bisa membuat partai tanpa kursi mengusung calon kepala daerah dan dianggap semakin mendemokratiskan Pilkada kita, namun DPR membuat tandingan rencana membahas RUU,” terang Fuad.

Sikap DPR berbeda tersebutpun lantas dianggap sebagai ketidaksetujuan pemerintah saat ini.

“Dan ini memicu kemarahan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi yang akan segera berakhir,” imbuhnya.

Ini Pertarungan Elit

Akademisi muda yang sempat mengisi jabatan sebagai Ketua PSI Sumut ini menilai, eskalasi politik nasional tersebut ditengarai pertarungan para elit politik.

Baca Juga  Jokowi Kenakan Pakaian Teluk Belanga di Hari Lahir Pancasila

Antara Jokowi dan PDI Perjuangan, partai yang dulu mengusungnya sebagai Presiden 2 periode.

“Namun saat ini yang terjadi Jokowi seakan pengen mengebiri PDI Perjuangan dengan mencamplok partai-partai yang ada di bawah kendalinya,” pungkas Fuad.

Tarik menarik kepentingan kedua elit politik tersebut, menurut Fuad agaknya belum dapat direspon secara tegas oleh Prabowo sebagai Presiden terpilih.

Kendati, tetap saja Prabowo menunjukkan sikapnya. Pasalnya, situasi politik nasional yang tak menentu, merugikannya di tengah proses transisi kekuasaan.

Menurut Fuad, sikap Prabowo tersebut ditunjukan dengan keluarnya pernyataan sikap langsung dari Dasco sebagai pimpinan DPR RI. Yang mengumumkan, pembahasan RUU Pilkada tidak dilaksanakan dan DPR RI mengikuti keputusan MK.

“Ini nampak tanda-tanda bahwa Prabowo sudah jengah dengan manuver-manuver istana di politik nasional,” beber Fuad.

Tiga Faksi Diharap Dapat Kesetaraan

Fuad mengatakan, tiga Faksi besar yang saat ini: PDI Perjuangan, Jokowi dan Prabowo, sama sama ingin menunjukkan pengaruhnya.

Karena itu, transisi politik saat ini dinilai Fuad menjadi ‘buah’ pertarungan pada Pemilu kemarin. Dan, efeknya menyasar hingga ke level politik daerah.

“Semoga cepat ketemu titik equilibrium nya, titik kesetaraan, sehingga pilkada dapat terlaksana dengan baik dan transisi kepemimpinan nasional bisa berjalan baik, sehingga kondisi politik kita bisa kembali stabil,” tutup Fuad.

Editor: Muklis