Politik

Masinton Pasaribu Dituding Menganiaya, PDIP Sumut: Upaya Sistematis Lawan Melalui Kader Pengkhianat

×

Masinton Pasaribu Dituding Menganiaya, PDIP Sumut: Upaya Sistematis Lawan Melalui Kader Pengkhianat

Sebarkan artikel ini
Masinton Pasaribu
Wakil Ketua DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut) Aswan Jaya saat memberikan keterangan. Foto: Topikseru.com

Ringkasan Berita

  • Dia menyebut upaya tersebut untuk menampilkan citra buruk Masinton sebagai kandidat di Pilkada Tapteng 2024.
  • "Kabar palsu tersebut adalah upaya sistematis pihak lawan untuk menjelek-jelekkan pasangan calon Masinton – Mahmud ya…
  • Aswan menyebut akan mengambil tindakan tegas kepada kader yang dinilai berkhianat kepada partai tersebut.

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Wakil Ketua DPD PDIP Sumatera Utara, Aswan Jaya, menduga ada upaya lawan politik terkait tudingan penganiayaan oleh Masinton Pasaribu. Dia menyebut upaya tersebut untuk menampilkan citra buruk Masinton sebagai kandidat di Pilkada Tapteng 2024.

Aswan menyebut akan mengambil tindakan tegas kepada kader yang dinilai berkhianat kepada partai tersebut.

“Kabar palsu tersebut adalah upaya sistematis pihak lawan untuk menjelek-jelekkan pasangan calon Masinton – Mahmud yang memperjuangkan perubahan di Tapanuli Tengah,” kata Aswan Jaya, Selasa (8/10).

Dia mengatakan DPD PDIP Sumut melalui tim hukum akan melaporkan balik Camelia Neneng Susanty, yang merupakan Wakil Ketua DPDR Kabupaten Tapteng.

Camelia merupakan kader PDIP dan menjabat sebagai Bendahara DPC PDIP Kabupaten Tapanuli Tengah.

Aswan menilai pelaporan terhadap Masinton Pasaribu adalah pengkhianatan secara terbuka oleh Camelia, yang merupakan seorang kader partai.

Bantah Penganiayaan

Aswan Jaya membantah narasi dari kader yang menyebutkan Masinton Pasaribu melakukan penganiayaan terhadap Camelia Neneng.

Baca Juga  Komarudin PDIP Umumkan Pemecatan Keluarga Jokowi

Dia mengatakan yang terjadi sesungguhnya hanya dialog antar sesama kader dan bersifat internal.

“Peristiwa itu hanya sebuah dialog antar sesama kader dan bersifat internal yang diikuti oleh beberapa pimpinan DPD partai di sela-sela acara Rakerdasus DPD PDI Perjuangan Sumut,” kata Aswan.

Menurut Aswan, percakapan antara Masinton dan Camelia merupakan hal wajar dalam organisasi. Terlebih, kata dia, dalam situasi politik yang sedang hangat.

Dalam percakapan di Bolang Durian, lanjut Aswan, Masinton hanya menekankan agar seluruh kader PDIP di Kabupaten Tapteng solid dan tegak lurus dengan keputusan partai.

“Tidak boleh ada (kader PDIP) yang mendukung pasangan calon lain,” ujar Aswan.

Aswan memastikan bahwa tidak ada penganiayaan dalam pertemuan tersebut, terlebih menarik baju Camelia hingga kancing baju copot.

Masinton, kata Aswan, saat itu hanya menyatakan agar seluruh kader harus tegak lurus atas perintah partai.

Kader yang tidak tunduk terhadap perintah partai harus melepas baju partai.

“Sambil menunjuk gambar partai di baju partai yang dikenakan Camelia. Dan saat itu Camelia memang tidak mengancing baju bagian atasnya. Jadi, tidak ada kancing yang sampai copot, terlalu mendramatisir dia itu,” pungkasnya.