Ringkasan Berita
- Masjid Ghaudiyah sudah berdiri sejak 1887 dan dibangun oleh komunitas India Muslim.
- Ketua Yayasan India Muslim Sumatera Utara (Sumut) Mhd Sidik mengatakan setiap hari, selama Ramadan, mereka setidaknya…
- Masjid ini terletak di Jalan KH Zainul Arifin, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Masjid Al Ghaudiyah membagikan 1.000 paket berbuka puasa menu khas kuliner India, yang menjadi ciri khas dari masjid ini.
Masjid ini terletak di Jalan KH Zainul Arifin, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.
Masjid Ghaudiyah sudah berdiri sejak 1887 dan dibangun oleh komunitas India Muslim.
Ketua Yayasan India Muslim Sumatera Utara (Sumut) Mhd Sidik mengatakan setiap hari, selama Ramadan, mereka setidaknya menyediakan 1.000 paket berbuka dengan menu makanan khas India.
“Kegiatan berbuka puasa di masjid ini sudah menjadi tradisi menyajikan masakan khas India. Menunya seperti bubur sup, nasi briyani, minuman chai dan lain-lain,” kata MHD Sidik Saleh di Medan, Jumat (15/3).
Dia menjelaskan seluruh menu berbuka yang mereka sajikan kepada jamaah masjid menggunakan rempah khas India.
Seperti nasi briyani, lanjutnya, pembuatannya menggunakan rempah-rempah khas India, kemudian daging kambing lima kilogram, beras sekitar 30 Kg dan kaldu yang beraroma kambing yang menyeruak.
“Enaknya makan ini jadi terasa dingin, sedangkan minuman seperti chai hangat jadi perpaduan panas dan dingin,” ujar Sidik.
Sidik mengatakan menu berbuka yang telah mereka siapkan tidak hanya untuk jamaah yang datang, tetapi juga membagikan kepada tetangga masjid.
Sebagian menu berbuka itu juga mereka berikan ke Masjid Jamik di Jalan Taruma Medan.
“Masjid Taruma juga mengadakan acara Murei atau berbuka dengan komunitas India Muslim serta jamaah lainnya setiap Minggu selama Ramadhan,” kata Siddik.
Sidik mengatakan Murei adalah berbuka bersama atau makan besar antarkomunitas India Muslim maupun jamaah yang hendak makan setiap hari Minggu di bulan Ramadan.
Masjid Ghaudiyah berdiri pada tahun 1887 di atas tanah pemberian khusus Sultan Mahmud Al Rasyid yang merupakan Sultan Kesultanan Deli ke-8.(*)
Sumber: Antara













