Ramadan 1447 H

Toge Panyabungan Laris di Medan Saat Ramadan, Takjil Khas Madina Diburu Warga

×

Toge Panyabungan Laris di Medan Saat Ramadan, Takjil Khas Madina Diburu Warga

Sebarkan artikel ini
Toge Panyabungan
Kuliner tradisional Toge Penyabungan menjadi buruan warga Medan saat bulan Ramadan, Senin (2/3/2026). Foto: Topikseru.com/Agustian

Topikseru.com, Medan – Kuliner tradisional khas Mandailing Natal, Toge Panyabungan, menjadi primadona takjil di Kota Medan selama Ramadan 2026. Sajian manis dan menyegarkan ini hampir selalu ludes menjelang waktu berbuka puasa.

Di sejumlah titik penjualan, antrean pembeli terlihat memanjang sekitar 30 menit sebelum azan magrib. Menu berbuka khas yang berasal dari Panyabungan itu dinilai pas dinikmati setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Cita Rasa Manis dan Segar Jadi Daya Tarik

Toge Panyabungan dikenal dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang seimbang. Dalam satu porsi, pembeli akan mendapatkan isian beragam seperti cendol, candil, tape, lupis, hingga kacang merah. Seluruh bahan tersebut disiram santan kental dan gula merah cair.

Sensasi dingin yang menyegarkan membuat kuliner ini kerap menjadi pilihan utama untuk berbuka puasa.

Dengan harga Rp15 ribu per porsi, jajanan khas Madina ini dinilai masih ramah di kantong. Selain rasanya yang khas, isian yang melimpah membuatnya cukup mengenyangkan.

Pedagang Akui Penjualan Meningkat Sejak Awal Puasa

Salah seorang pedagang, Wak Do, mengaku lapaknya sudah diserbu pembeli sejak hari pertama Ramadan.

“Sejak awal puasa sudah ramai. Paling padat itu setengah jam sebelum berbuka. Alhamdulillah, setiap Ramadan jualan Toge ini selalu laris,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, Toge Panyabungan tak hanya diminati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga warga lain yang ingin menikmati kesegarannya.

Baca Juga  Kapan puasa Ramadan 2026 dan Lebaran? Ini Jadwal, Durasi, dan Alasan Tanggal Bisa Berubah

“Setiap tahun pasti dicari orang. Kadang sehari bisa habis satu panci besar karena banyaknya pembeli,” katanya.

Pembeli Rela Antre Demi Takjil Favorit

Salah seorang pembeli, Nadin, mengaku rutin membeli Toge Panyabungan setiap Ramadan. Ia menilai menu ini cocok dijadikan pembuka puasa karena rasanya yang manis dan tidak terlalu berat di perut.

“Sudah beberapa kali beli di sini. Rasanya pas untuk berbuka, isiannya banyak dan bikin kenyang,” ucapnya.

Meski harus mengantre hingga 30 menit, Nadin mengaku tidak keberatan. Baginya, harga Rp15 ribu per porsi masih tergolong terjangkau dengan kualitas bahan yang digunakan.

“Enggak masalah antre, yang penting dapat. Harganya juga masih murah, apalagi gulanya terasa asli,” tambahnya.

Untuk berbuka puasa bersama keluarga, ia bahkan membeli enam porsi sekaligus. Toge Panyabungan, kata dia, selalu menjadi menu favorit di rumahnya setiap Ramadan.

“Sudah pesan enam porsi untuk keluarga di rumah. Memang paling enak dan nyaman di perut setelah seharian puasa,” tuturnya.

Kuliner Tradisional yang Bertahan di Tengah Tren Modern

Di tengah menjamurnya aneka takjil modern dan minuman kekinian, Toge Panyabungan tetap mempertahankan eksistensinya sebagai kuliner tradisional yang dicari banyak orang.

Fenomena ini menunjukkan bahwa cita rasa lokal dan resep turun-temurun masih memiliki tempat kuat di hati masyarakat, khususnya saat momentum Ramadan.