Topikseru.com, Medan – Persatuan Mediagram Sumatera Utara (Permedsu) menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) dalam menyukseskan Program Ananda Bersinar. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak serta remaja.
Program Ananda Bersinar merupakan inisiatif dari Badan Narkotika Nasional yang mengusung gerakan edukatif melalui pendekatan preventif kepada Generasi Muda. Nama Ananda Bersinar sendiri merupakan akronim dari Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Polisi Tatar Nugroho, mengatakan program tersebut dirancang untuk membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkotika melalui berbagai kegiatan pembinaan.
Salah satu bentuk implementasinya adalah pembentukan komunitas Sobat Ananda Bersinar di sekolah-sekolah serta penguatan Saka Anti Narkoba yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap mereka dapat menjadi agent of change. Banyak kasus penyalahgunaan narkoba bermula dari pengaruh lingkungan pertemanan,” ujar Tatar.
Sumut Masih Menjadi Daerah Rawan Peredaran Narkoba
Tatar mengungkapkan bahwa Sumatera Utara masih menjadi salah satu wilayah strategis dalam jaringan peredaran narkotika nasional maupun internasional. Kondisi geografis provinsi ini dinilai menjadi faktor utama yang membuat jalur masuk narkoba relatif terbuka.
Menurut dia, wilayah pesisir barat Sumatera Utara memiliki akses langsung ke Samudera Hindia yang berpotensi dimanfaatkan jaringan internasional dari berbagai negara.
Sementara kawasan timur seperti Langkat, Serdang Bedagai, Belawan, Asahan, hingga Tanjung Balai yang berada di jalur Selat Malaka juga kerap menjadi titik rawan masuknya narkotika dari luar negeri.
“Posisi geografis Sumut membuat daerah ini sangat rentan menjadi jalur peredaran narkoba, sehingga dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk melakukan pencegahan,” katanya.
Dia juga menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Sumut yang masih menempatkan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan tingkat kasus tertinggi di Indonesia.
Usia Pengguna Narkoba Semakin Muda
BNNP Sumut mencatat adanya perubahan tren usia pengguna narkoba dalam beberapa tahun terakhir.
Jika sebelumnya mayoritas pengguna berasal dari kelompok usia produktif antara 25 hingga 50 tahun, kini penyalahgunaan narkoba justru banyak ditemukan pada kelompok usia 15 hingga 25 tahun.
Fenomena tersebut menjadi perhatian serius karena kelompok usia pelajar dan mahasiswa dinilai sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan serta pergaulan yang berisiko.
Karena itu, program edukasi yang menyasar sekolah dan komunitas anak muda dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Permedsu Tegaskan Komitmen Berkolaborasi
Ketua Persatuan Mediagram Sumatera Utara (Permedsu) Ahmad Sanusi Lubis, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program yang dijalankan BNNP Sumut.
Menurut Ahmad, pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, termasuk organisasi media dan komunitas sosial.
“Permedsu siap berkolaborasi untuk menyukseskan Program Ananda Bersinar. Pencegahan narkoba harus dilakukan bersama-sama karena dampaknya sangat luas bagi masa depan generasi muda,” ujarnya.
Dia mengingatkan bahwa partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, khususnya Pasal 105 yang menegaskan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam memerangi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Edukasi Jadi Kunci Menyelamatkan Generasi Muda
Kolaborasi antara BNNP Sumut dan Permedsu diharapkan mampu memperluas jangkauan kampanye Edukasi Anti Narkoba hingga ke sekolah, kampus, komunitas pemuda, serta lingkungan masyarakat.
Dengan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika, pemerintah berharap dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif bagi masa depan Sumatera Utara.












