Ringkasan Berita
- Kali ini akan mengulas secara mendalam mengapa link seperti 111.190.l.150.255 sangat membahayakan, bagaimana cara p…
- Grup WhatsApp dan Telegram Dianggap sebagai ladang empuk karena banyak pengguna tidak berhati-hati saat menerima link…
- Kolom Komentar Forum dan Media Sosial Banyak akun bot atau akun anonim membanjiri komentar dengan spam: “111.190.l….
Topikseru.com – Waspada link 111.190.l.150.255 yang merupakan alamat IP palsu yang berbahaya, berkedok modem dan link video bokeh ilegal
Di tengah meningkatnya konsumsi internet di Indonesia, ancaman kejahatan digital juga ikut berkembang pesat.
Salah satu taktik terbaru yang banyak memakan korban adalah penyebaran alamat IP palsu seperti 111.190.l.150.255, yang seolah-olah merupakan akses ke pengaturan modem atau jaringan, padahal sejatinya adalah link berbahaya ke situs dewasa ilegal penuh risiko.
Kali ini akan mengulas secara mendalam mengapa link seperti 111.190.l.150.255 sangat membahayakan, bagaimana cara penyebarannya, hingga langkah pencegahan yang wajib dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari jebakan digital berbahaya ini.
Apa Itu link 111.190.l.150.255 ? IP Palsu Berkedok Konfigurasi Modem
link jebakan 111.190.l.150.255 bukanlah IP address yang valid dalam dunia jaringan komputer. Huruf “l” yang disisipkan dalam format angka menandakan bahwa IP tersebut disamarkan secara sengaja untuk menghindari filter otomatis.
Modus ini memanfaatkan ketidaktahuan pengguna awam tentang jaringan, seolah-olah link tersebut digunakan untuk:
Masuk ke dashboard modem
Mengakses fitur tersembunyi jaringan
Mendapatkan link full video viral Jepang
Faktanya, saat diakses, link ini justru mengarahkan ke situs dewasa berbahaya, lengkap dengan skrip otomatis yang bisa menyuntikkan malware langsung ke perangkat pengguna.
Bagaimana Modus Penyebaran IP Palsu Seperti 111.190.l.150.255 Dilakukan?
Penyebaran link jebakan 111.190.l.150.255 seperti ini dilakukan secara terstruktur dan masif, menggunakan berbagai platform yang umum digunakan masyarakat Indonesia, seperti:
1. Grup WhatsApp dan Telegram
Dianggap sebagai ladang empuk karena banyak pengguna tidak berhati-hati saat menerima link dari kenalan. Tautan ini disamarkan dalam bentuk pesan:
“Bro, coba buka 111.190.l.150.255, bisa akses video viral Jepang!”
“Link full bokeh 2025 no sensor cuma di sini!”
2. Kolom Komentar Forum dan Media Sosial
Banyak akun bot atau akun anonim membanjiri komentar dengan spam:
“111.190.l.150.255 aman, bukan situs blokir.”
“Gue udah coba, video Jepang full bisa di-download.”
3. Situs Berbagi Video Tidak Resmi
Situs streaming palsu yang mengaku sebagai pengganti YouTube atau TikTok, yang menampilkan link-link manipulatif untuk menarik klik.
4. Channel dan Akun Media Sosial Bayangan
Akun TikTok, Instagram, atau Twitter palsu dengan username yang meniru akun resmi, lalu menyisipkan tautan berbahaya ke dalam bio atau story.
Mengapa Link Seperti 111.190.l.150.255 Sangat Berbahaya?
1. Perangkat Otomatis Terinfeksi Malware
Saat tautan dibuka, pengguna tidak sadar bahwa sistemnya langsung terkena serangan. Bentuk malware yang biasa disuntikkan antara lain:
Trojan: Menyamar sebagai file video dan menyusup ke sistem.
Spyware: Merekam setiap aktivitas pengguna termasuk data login.
Adware: Menampilkan iklan pop-up berulang yang sulit dihapus.
Rootkit: Memberikan akses kontrol penuh ke peretas.
Keylogger: Mencatat setiap ketikan keyboard untuk mencuri password, OTP, atau PIN.
Malware ini akan beroperasi tanpa notifikasi, sering kali baru terdeteksi setelah perangkat melambat atau muncul aktivitas mencurigakan.
2. Modus Phishing yang Mengambil Data Pribadi
Situs palsu hasil redirect dari 111.190.l.150.255 sering menampilkan halaman login palsu yang sangat mirip dengan:
Google
TikTok
Instagram
Akun Bank Digital
Tujuannya? Mengelabui pengguna untuk memasukkan email dan password.
Bahkan ada yang menyuruh pengguna memasukkan KTP, selfie, atau kartu kredit, dengan dalih:
Verifikasi umur
Upgrade akun premium
Klaim hadiah atau akses konten eksklusif
Begitu informasi dimasukkan, data akan dikirim ke server penipu dan bisa digunakan untuk kejahatan lain seperti pinjol ilegal, hacking, atau jual beli data di dark web.
3. Gangguan Mental dan Sosial
Link bokeh seperti ini tidak hanya membawa risiko teknis, tetapi juga mengganggu aspek psikologis, antara lain:
Kecanduan visual seksual yang tidak sehat
Menurunnya konsentrasi dan motivasi kerja
Gangguan relasi dalam pernikahan
Perubahan perilaku drastis pada remaja
Depresi atau rasa bersalah setelah mengakses konten
Konten seperti ini sangat eksploitatif dan tidak etis, tidak mengenal batas umur, dan mudah membuat seseorang terperangkap dalam lingkaran candu digital.
4. Risiko Hukum yang Berat
Mengakses, menyimpan, atau menyebarkan konten ilegal dari link seperti 111.190.l.150.255 merupakan pelanggaran hukum serius:
UU Pornografi No. 44 Tahun 2008
Setiap orang dilarang mengakses atau menyebarkan konten pornografi ilegal.
Sanksi:
Penjara hingga 12 tahun
Denda maksimal Rp 6 miliar
UU ITE Pasal 27 Ayat 1
Melarang distribusi atau akses terhadap konten pornografi melalui media elektronik.
Sanksi:
Penjara maksimal 6 tahun
Denda maksimal Rp 1 miliar
Menggunakan VPN untuk Akses Situs Terlarang
VPN bukan alat pelindung jika digunakan untuk membuka situs ilegal. Hal ini bisa dianggap sebagai tindakan melawan hukum, terutama jika terjadi pelanggaran tambahan seperti penyebaran konten.
Link IP Palsu Lain yang Sama Bahayanya
Beberapa variasi lain dari link jebakan yang sering ditemukan:
111.90.l50.204 bokeh
111.190 l 150.255 login
185.63.153.200 Jepang full
128.199.94.191 no blokir
111.90.150.204 viral museum
Mereka sering ditampilkan dalam format singkatan atau kode yang tampak teknis, tetapi sebenarnya alat manipulatif untuk menjebak klik.
Data Fakta: Kunjungan ke Situs Bokeh Masih Tinggi di Indonesia
Berdasarkan analisis terbaru dari SEMrush per Juli 2025, perilaku digital masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa kunjungan ke situs bokeh masih tergolong sangat tinggi.
Fenomena ini menjadi sorotan penting karena tidak hanya berdampak pada perilaku online, tetapi juga berpotensi membahayakan keamanan data pengguna.
Statistik Umum Berdasarkan SEMrush Juli 2025:
Total trafik bulanan situs bokeh di Indonesia mencapai lebih dari 79 juta kunjungan.
Sekitar 62% pengunjung berasal dari perangkat mobile, menunjukkan bahwa akses terjadi secara privat lewat smartphone.
15 situs bokeh terpopuler masuk dalam daftar Top 500 situs paling sering diakses di Indonesia, mengalahkan situs berita nasional dan e-commerce lokal.
Jam akses terbanyak terjadi antara pukul 22.00 – 02.00 dini hari, yang menunjukkan pola penggunaan malam hari secara sembunyi-sembunyi.
Siapa yang Mengakses?
Berdasarkan distribusi demografis:
74% pengunjung adalah laki-laki, usia produktif 18–35 tahun.
Sebanyak 22% merupakan pelajar dan mahasiswa, berdasarkan data korelasi perangkat dan akses jaringan pendidikan.
Kalangan pekerja juga teridentifikasi aktif mengakses situs bokeh, terutama pada waktu istirahat siang dan malam hari.
Platform Populer yang Digunakan:
Google Chrome (41%)
UC Browser (25%) – terkenal sebagai browser yang sering digunakan untuk bypass pemblokiran.
Opera Mini (13%)
Banyak juga yang menggunakan aplikasi VPN gratisan untuk membuka situs dengan IP seperti 111.190.l.150.255, tanpa sadar menempatkan data pribadi mereka dalam risiko.
Risiko Keamanan Digital yang Meningkat:
Berdasarkan laporan dari Cybersecurity Indonesia 2025, lebih dari 37% situs bokeh populer di Indonesia mengandung malware atau skrip pencurian data.
IP seperti 111.190.l.150.255 sering kali digunakan sebagai umpan yang menyamar sebagai tautan video bokeh Jepang atau Korea.
Banyak korban tidak sadar bahwa perangkat mereka telah disusupi spyware atau digunakan untuk mining kripto ilegal.
Mengapa Angka Ini Tidak Menurun?
Ada beberapa alasan utama mengapa trafik situs bokeh masih tinggi:
Rasa penasaran pengguna muda terhadap konten yang diblokir.
Minimnya edukasi digital tentang keamanan internet.
Mudahnya akses melalui VPN gratis dan proxy IP seperti 111.190.l.150.255.
Kurangnya pengawasan orang tua dalam penggunaan perangkat pribadi.
| Situs | Kunjungan Bulanan |
|---|---|
| po**hub.com | 63,27 juta |
| x**x.com | 61,64 juta |
| x**deos.com | 45,91 juta |
| ja**iful.com | 18,94 juta |
| n**koi.care | 26,9 juta |
| pix**ntai.com | 5,23 juta |
| ja**railers.com | 2,96 juta |
Artinya, kesadaran akan bahaya konten ilegal masih sangat rendah, dan link palsu seperti 111.190.l.150.255 tetap menjadi pintu masuk utama.
Cara Efektif Menghindari Link Berbahaya Seperti 111.190.l.150.255

1. Aktifkan SafeSearch di Google
Langkah preventif sederhana:
Buka halaman Google
Klik Setelan → Setelan Penelusuran
Centang opsi Aktifkan SafeSearch
Klik Simpan
Ini akan secara otomatis menyaring konten eksplisit dari hasil pencarian Google.
2. Gunakan Antivirus dan Firewall Real-Time
Rekomendasi aplikasi keamanan:
Bitdefender Mobile Security
Malwarebytes Premium
Kaspersky Internet Security
Avast Mobile Security
Aktifkan fitur seperti:
Real-time threat protection
URL phishing blocker
Firewall otomatis
Scanner file latar belakang
3. Blokir IP dan Kata Kunci dari Router
Jika kamu memiliki akses ke pengaturan router:
Login ke dashboard admin router (biasanya: 192.168.1.1)
Cari menu Firewall, Parental Control, atau URL Filter
Masukkan daftar blacklist:
111.190.l.150.255bokehvideo viral 2025
Simpan dan restart
4. Edukasi dan Proteksi Anak Lewat Parental Control
Gunakan aplikasi seperti:
Google Family Link
Qustodio Parental Control
Norton Family
Fitur yang disarankan:
Pembatasan jam akses
Filter kategori konten
Laporan aktivitas harian
Blokir aplikasi dan browser tertentu
Jangan Pernah Klik Link 111.190.l.150.255
Alamat IP seperti 111.190.l.150.255 tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi menghancurkan privasi, keamanan, dan reputasi penggunanya. Di balik angka yang tampak biasa, tersembunyi jaringan jebakan berbahaya yang menyasar pengguna awam.
Lindungi diri sendiri dan keluarga dengan:
Tidak mudah percaya link mencurigakan
Mengaktifkan fitur keamanan digital
Memantau perangkat anak
Menolak penyebaran konten ilegal
Dengan kesadaran dan langkah preventif yang tepat, kita bisa memutus rantai penyebaran link bokeh berbahaya dan menciptakan lingkungan digital yang sehat. (*)













