Iptek

OpenAI Siapkan Browser Berbasis Percakapan, Siap Tantang Google Chrome?

×

OpenAI Siapkan Browser Berbasis Percakapan, Siap Tantang Google Chrome?

Sebarkan artikel ini
OpenAI
OpenAI segera luncurkan browser, siap menyaigi Google Chrome?

Ringkasan Berita

  • Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan yang digawangi Sam Altman untuk memperluas ekosistemnya, setelah sebelumnya m…
  • Cukup berbicara dengan AI layaknya ngobrol dengan teman, dan semua yang Anda butuhkan langsung dikerjakan.
  • Inilah visi OpenAI lewat browser baru yang kabarnya siap diluncurkan dalam waktu dekat.

Topikseru.com – Bayangkan menjelajah internet tanpa harus mengetik alamat situs atau klik menu navigasi. Cukup berbicara dengan AI layaknya ngobrol dengan teman, dan semua yang Anda butuhkan langsung dikerjakan. Inilah visi OpenAI lewat browser baru yang kabarnya siap diluncurkan dalam waktu dekat.

Berbeda dengan peramban konvensional, browser ini tidak lagi mengandalkan input manual seperti mengetik URL.

Sebaliknya, pengguna cukup memberikan instruksi melalui antarmuka percakapan mirip ChatGPT. Mulai dari memesan tiket, mengisi formulir, hingga menelusuri situs tertentu, semuanya dilakukan oleh agen AI bernama Operator yang bertindak sebagai asisten pribadi di dunia maya.

Dibangun di Atas Chromium, Tapi Lebih “Pintar”

Menariknya, peramban ini dibangun di atas Chromium, basis open-source yang juga digunakan Google Chrome. Namun, alih-alih sekadar meniru, OpenAI menambahkan lapisan kecerdasan buatan yang membuat browser ini lebih proaktif.

Baca Juga  Link Bokeh Chrome 2024 Android: Waspadai Bahaya & Tips Aman Menjelajah

Agen AI di dalamnya dapat mempelajari riwayat penelusuran untuk memahami kebiasaan dan preferensi pengguna. Hal ini membuka peluang pengalaman menjelajah yang lebih personal, meski tentu saja menimbulkan pertanyaan serius soal privasi data.

Strategi Kendalikan Data Sendiri

Keputusan OpenAI membangun browser sendiri, bukan sekadar membuat ekstensi untuk Chrome atau Firefox, disebut sebagai langkah strategis.

Dengan begitu, mereka bisa mengendalikan data perilaku pengguna secara langsung tanpa bergantung pada platform pihak ketiga.

Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan yang digawangi Sam Altman untuk memperluas ekosistemnya, setelah sebelumnya menghadirkan fitur pencarian lewat ChatGPT.

Ubah Cara Kita Menjelajah Internet

Jika benar dirilis beberapa minggu mendatang, peramban ini berpotensi mengubah cara kita berinteraksi dengan internet.

Bukan lagi mengetik kata kunci di kolom pencarian atau alamat situs, melainkan cukup berkata: “Cari berita terbaru soal teknologi di Indonesia.” dan AI akan menampilkan hasilnya secara langsung, bahkan mungkin merangkumnya untuk Anda.

Dengan konsep ini, OpenAI bukan hanya menantang Google Chrome, tapi juga mendefinisikan ulang arti “berselancar di dunia maya”.

Pertanyaannya, apakah Anda siap beralih dari klik ke obrolan?