Ringkasan Berita
- Mereka meluncurkan Study Mode, sebuah fitur yang memaksa pengguna, khususnya pelajar, untuk berpikir kritis sebelum m…
- Tapi kini, OpenAI punya cara baru untuk memutus “kemudahan berlebihan” itu.
- Study Mode Cegah Pelajar Berpikir Instan Kehadiran Study Mode merupakan respons terhadap meningkatnya penggunaan AI d…
Topikseru.com – Bagi banyak siswa, ChatGPT adalah jalan pintas yang menggoda, cukup ketik pertanyaan, jawaban lengkap langsung muncul. Tapi kini, OpenAI punya cara baru untuk memutus “kemudahan berlebihan” itu. Mereka meluncurkan Study Mode, sebuah fitur yang memaksa pengguna, khususnya pelajar, untuk berpikir kritis sebelum mendapat jawaban.
Dilaporkan Tech Crunch, Study Mode akan mengubah pola interaksi ChatGPT. Alih-alih langsung memberikan jawaban, chatbot ini akan mengajukan pertanyaan balik untuk menguji pemahaman pengguna.
Dalam beberapa kasus, ChatGPT bahkan menolak menjawab jika siswa tidak menunjukkan keterlibatan aktif dengan materi.
“Ini dirancang supaya ChatGPT jadi alat belajar aktif, bukan sekadar mesin pencari jawaban,” kata Wakil Presiden Bidang Pendidikan OpenAI, Leah Belsky.
Fitur ini tersedia untuk pengguna ChatGPT Free, Plus, Pro, dan Team, dan dalam beberapa minggu ke depan akan diperluas ke paket ChatGPT Edu yang umumnya digunakan sekolah.
Study Mode Cegah Pelajar Berpikir Instan
Kehadiran Study Mode merupakan respons terhadap meningkatnya penggunaan AI di kalangan pelajar, fenomena yang sejak 2022 menimbulkan dilema di dunia pendidikan.
Sejumlah sekolah di Amerika Serikat bahkan sempat melarang ChatGPT, khawatir siswa menjadi malas berpikir.
Namun pada 2023, banyak yang mencabut larangan itu dan mulai menerima AI sebagai bagian tak terpisahkan dari proses belajar.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Riset pada Juni lalu menemukan bahwa menulis esai menggunakan ChatGPT mengurangi aktivitas otak dibandingkan menggunakan Google Search atau belajar tanpa bantuan AI sama sekali.
Meski begitu, Study Mode bukannya tanpa celah. Siswa tetap bisa beralih ke mode biasa jika ingin jawaban cepat. Belum ada pula kontrol orang tua atau administrator sekolah untuk mengunci fitur ini.
OpenAI mengaku akan mempertimbangkan penambahan kontrol tersebut di masa depan. Untuk saat ini, efektivitas Study Mode sepenuhnya bergantung pada komitmen siswa untuk benar-benar belajar, bukan sekadar menyelesaikan tugas.
Langkah OpenAI ini mengikuti jejak pesaingnya, Anthropic, yang pada April lalu merilis Learning Mode di chatbot Claude.
Perusahaan AI kini berlomba menjadikan chatbot sebagai guru virtual, bukan hanya mesin pencetak jawaban.







