Ringkasan Berita
- Mengutip laporan GSM Arena, Rabu (28/1), tiga model dalam seri Galaxy S26 telah muncul di basis data Komisi Komunikas…
- Ketiga model tersebut adalah Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra untuk pasar Amerika Serikat.
- Samsung sebelumnya juga dirumorkan akan bekerja sama dengan Skylo untuk menghadirkan layanan pesan dan panggilan via …
Topikseru.com – Seri ponsel pintar Samsung Galaxy S26 dikabarkan akan membawa dukungan komunikasi satelit, memungkinkan pengguna tetap mengirim dan menerima pesan teks meski berada di wilayah tanpa jangkauan jaringan seluler.
Mengutip laporan GSM Arena, Rabu (28/1), tiga model dalam seri Galaxy S26 telah muncul di basis data Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (Federal Communications Commission/FCC). Ketiga model tersebut adalah Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra untuk pasar Amerika Serikat.
Berdasarkan dokumen FCC, seluruh perangkat tersebut mendukung teknologi Supplemental Coverage from Space (SCS) dan Non-Terrestrial Network (NTN).
Kehadiran dua teknologi ini mengindikasikan bahwa seri Galaxy S26 mampu terhubung ke jaringan komunikasi satelit, sehingga memungkinkan pengiriman dan penerimaan pesan teks di area tanpa sinyal seluler. Meski demikian, fitur ini disebut kemungkinan hanya tersedia di wilayah tertentu.
Selain konektivitas satelit, dokumen FCC juga mengungkap bahwa Samsung Galaxy S26 mendukung berbagai teknologi nirkabel terbaru, termasuk Wi-Fi 7, Bluetooth Low Energy (LE), Near Field Communication (NFC), serta Ultra Wideband (UWB).
Samsung sebelumnya juga dirumorkan akan bekerja sama dengan Skylo untuk menghadirkan layanan pesan dan panggilan via satelit. Kerja sama ini dikaitkan dengan penggunaan Exynos Modem 5410, yang disebut mendukung konektivitas jaringan non-terestrial.
Tak hanya soal konektivitas, Samsung juga menyiapkan peningkatan di sisi privasi. Perusahaan mengumumkan akan menghadirkan fitur layar anti-spy pada Galaxy S26 Ultra, yang dirancang untuk melindungi tampilan layar dari pandangan orang lain saat digunakan di ruang publik.
Melalui fitur ini, pengguna dapat membaca pesan atau memasukkan kata sandi di transportasi umum tanpa khawatir layar diintip orang di sekitarnya. Fitur layar anti-spy tersebut dapat diaktifkan secara fleksibel, baik hanya untuk aplikasi tertentu maupun saat memasukkan data sensitif. Bahkan, perlindungan dapat diatur hanya muncul pada area tertentu, seperti notifikasi di layar.
Samsung menyebut pendekatan ini lebih praktis dibanding pelindung layar privasi fisik yang umumnya hanya memiliki mode aktif atau nonaktif. Teknologi layar anti-spy ini tertanam langsung pada panel layar dan telah dikembangkan selama lebih dari lima tahun melalui proses riset dan pengujian.
Dari sisi spesifikasi, Galaxy S26 Ultra juga dirumorkan akan mengusung panel OLED M14 berukuran 6,89 inci dengan tingkat kecerahan lebih tinggi serta perlindungan kaca yang lebih kuat. Bocoran terbaru menyebutkan ponsel ini akan menggunakan panel layar 10-bit, meningkat dari panel 8-bit pada generasi sebelumnya.
Sebagai perbandingan, panel layar 8-bit umumnya mampu menampilkan sekitar 16,7 juta warna, sedangkan panel 10-bit dapat mereproduksi lebih dari satu miliar warna. Peningkatan ini diharapkan menghadirkan gradasi warna yang lebih halus, tampilan lebih kaya, serta performa HDR yang lebih baik, sekaligus membuat Galaxy S26 Ultra lebih kompetitif di segmen ponsel flagship.
Samsung Galaxy S26 Ultra diperkirakan akan diperkenalkan secara global pada bulan depan, dengan penjualan dimulai akhir Februari atau awal Maret. Perangkat ini juga dirumorkan akan dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, peningkatan sektor kamera, serta sejumlah pembaruan minor lainnya.








