Ringkasan Berita
- Sebanyak 176 penumpang dan 6 kru berhasil selamat setelah evakuasi melalui seluncuran darurat.
- Peringatan bagi Penumpang: Hindari Menyimpan Perangkat Baterai Lithium di Bagasi Terdaftar Penumpang diperingatkan un…
- Saat pesawat bersiap lepas landas menuju Hong Kong, asap mulai memenuhi kabin, memaksa evakuasi segera.
TOPIKSERU.COM – Kebijakan Baru Air Busan: Larangan Menyimpan Power Bank di Kompartemen Atas Kabin
Latar Belakang Insiden Terbakarnya Pesawat Air Busan
Pada 28 Januari 2025, pesawat Airbus A321 milik Air Busan mengalami kebakaran hebat di Bandara Internasional Gimhae. Sebanyak 176 penumpang dan 6 kru berhasil selamat setelah evakuasi melalui seluncuran darurat. Saat pesawat bersiap lepas landas menuju Hong Kong, asap mulai memenuhi kabin, memaksa evakuasi segera. Tiga penumpang mengalami luka ringan, sementara empat awak dirawat akibat menghirup asap.
Dugaan Penyebab Kebakaran: Baterai Lithium yang Kepanasan
Meskipun penyebab pasti kebakaran belum diketahui, ada dugaan bahwa perangkat seperti power bank, baterai laptop, atau perangkat elektronik lain di tas kabin penumpang mengalami overheating. Fenomena ini dikenal sebagai ‘thermal runaway’, di mana baterai lithium yang terlalu panas dapat menyebabkan kebakaran. Cara efektif memadamkan api jenis ini adalah dengan merendam perangkat sepenuhnya dalam air.
Peningkatan Insiden Kebakaran Akibat Baterai Lithium di Pesawat
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan insiden kebakaran dan asap di pesawat yang disebabkan oleh baterai portabel dan perangkat lain yang mengandung baterai lithium. Overheating pada baterai ini menjadi perhatian serius dalam industri penerbangan.
Kebijakan Keselamatan Baru Air Busan
Sebagai respons atas insiden tersebut, Air Busan mengeluarkan kebijakan baru yang melarang penumpang menyimpan power bank dan baterai apa pun di kompartemen atas kabin. Tujuannya adalah agar penumpang dapat segera melaporkan kepada awak kabin jika baterai yang mereka bawa mengalami overheating sebelum menyebabkan kebakaran.
Selain itu, demi keselamatan penumpang, Air Busan berencana memeriksa tas penumpang di pintu keberangkatan dan memasang label khusus pada tas yang tidak mengandung baterai portabel.
Peringatan bagi Penumpang: Hindari Menyimpan Perangkat Baterai Lithium di Bagasi Terdaftar
Penumpang diperingatkan untuk tidak menaruh perangkat dengan baterai lithium di bagasi terdaftar. Jika terjadi ‘Thermal Runaway’ di bagasi, penanganannya lebih sulit dan dapat mengakibatkan situasi berbahaya. Selain power bank dan laptop, perangkat lain seperti ponsel, tablet, dan vape juga akan diawasi ketat.
Rekomendasi FAA: Batasi Pengisian Daya Perangkat untuk Kurangi Risiko
Pada tahun 2023, Badan Penerbangan Federal AS (FAA) merekomendasikan agar penumpang menghindari mengisi daya perangkat di atas 30% untuk mengurangi risiko ‘thermal runaway’. Beberapa tahun lalu, Pemimpin Asosiasi Pramugari (AFA-CWA) mendukung larangan total terhadap perangkat Vape di pesawat karena risiko tersebut. Namun, efektivitas larangan ini dalam mengurangi insiden baterai lithium masih perlu ditinjau lebih lanjut.
Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama. Penumpang diimbau mematuhi kebijakan baru Air Busan dan rekomendasi keselamatan terkait penggunaan perangkat dengan baterai lithium selama penerbangan. (*)







