Topikseru.com, Jakarta – Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa negaranya memiliki kekuatan untuk mempertahankan diri dari ancaman apa pun, namun tidak memiliki keinginan untuk terlibat konflik dengan pihak mana pun, termasuk Amerika Serikat (AS).
“Kami mampu mempertahankan diri. Kami memiliki kekuatan, tetapi tidak memiliki keinginan untuk berkonflik dengan siapa pun,” ujar Boroujerdi dalam keterangannya kepada media.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat setelah berlangsungnya negosiasi tidak langsung terkait isu nuklir di Muscat, Oman, pada Jumat lalu.
Negosiasi itu digelar tak lama setelah Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa sejumlah “armada besar” Amerika sedang menuju Iran.
Iran Tetap Buka Jalur Dialog dengan AS
Boroujerdi menekankan bahwa meski dibayangi ketidakpercayaan akibat pengalaman masa lalu, Iran tetap membuka peluang dialog dengan Amerika Serikat.
Menurutnya, sejarah hubungan kedua negara penuh dengan dinamika, termasuk insiden serangan yang terjadi saat proses perundingan tengah berlangsung. Hal tersebut membuat Iran bersikap hati-hati dalam merespons setiap tawaran dialog dari Washington.
“Kami berharap negosiasi kali ini dilakukan secara serius dan dengan itikad baik,” katanya.
Dia menegaskan bahwa tujuan utama Iran adalah perdamaian dan stabilitas kawasan, bukan perang. Namun, Teheran juga tidak akan tinggal diam apabila menghadapi ancaman atau tindakan militer.
“Jika mereka memang serius, kami akan sangat senang, karena kami tidak menyukai perang dalam bentuk apa pun. Kami menginginkan perdamaian dan keamanan di kawasan, tetapi kami juga siap menghadapi segala bentuk perang,” tegas Boroujerdi.
Unjuk Rasa Internal Disebut Urusan Domestik
Menanggapi gelombang unjuk rasa yang terjadi di Iran pada akhir tahun lalu, Dubes Boroujerdi menyatakan bahwa hal tersebut merupakan persoalan internal yang tidak seharusnya dijadikan alasan bagi pihak asing untuk melakukan intervensi.
Ia menegaskan bahwa Iran adalah negara demokratis yang menjamin kebebasan berpendapat bagi warganya. Namun, setiap tindakan yang mengancam keamanan nasional akan tetap ditindak sesuai hukum yang berlaku.
“Seperti yang saya sampaikan, ini adalah urusan domestik Iran dan tidak ada kaitannya dengan negara lain untuk dijadikan alasan campur tangan dalam urusan Iran,” ujarnya.
Tekanan Ekonomi Berdampak Global
Lebih lanjut, Boroujerdi menyebut bahwa prioritas utama pemerintah Iran saat ini adalah menjaga perdamaian, keamanan, serta kesejahteraan rakyat melalui pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai tekanan ekonomi yang diterima Iran akibat kebijakan sejumlah negara tidak hanya berdampak pada Teheran, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.
Hal itu mengingat peran strategis Iran sebagai salah satu produsen utama minyak dan gas dunia.
“Tekanan ekonomi terhadap Iran tidak hanya memengaruhi kami, tetapi juga negara lain. Iran memiliki posisi penting dalam rantai energi global,” jelasnya.
Iran Tegaskan Tidak Akan Tunduk pada Tekanan
Meski menghadapi sanksi dan tekanan internasional, Iran disebut tetap teguh mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.
Boroujerdi menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk pada intimidasi atau tekanan dari pihak luar, dan akan terus menjaga keamanan berdasarkan kekuatan sendiri.
“Kami berusaha melalui masa sulit ini, tetapi tidak akan menerima perundungan dari luar negeri. Kami tidak akan menyuap negara mana pun agar perdamaian dan keamanan kami dihormati. Kami berdiri dan mempertahankan kepentingan kami dengan kekuatan sendiri,” tegasnya.
Pernyataan tegas Dubes Iran ini menunjukkan posisi Teheran yang tetap mengedepankan diplomasi, namun siap menghadapi segala kemungkinan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat.













