Topikseru.com – Kasus bullying di sekolah kembali mencoreng dunia pendidikan Indonesia. Kali ini, insiden kekerasan antarsiswa terjadi di SMA Negeri di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Peristiwa tersebut viral setelah rekaman video memperlihatkan seorang siswa berseragam pramuka memukul dan menendang rekannya hingga terjatuh ke dalam parit.
Bukannya ditolong, korban malah kembali menjadi sasaran pukulan di tengah sorakan siswa lain yang menonton tanpa berusaha melerai.
Dua Pelajar Diamankan Polisi
Pihak Polres Langkat bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini. Dalam waktu singkat, dua siswa diduga kuat sebagai pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, dua pelajar yang diduga melakukan penganiayaan sudah kami amankan,” kata Ipda Ester, Pejabat Sementara Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Langkat, Senin (27/10/2025).
Ester menjelaskan, kasus ini bermula dari cekcok mulut antara korban dan pelaku, yang kemudian berujung pada perkelahian di luar area sekolah. Polisi telah memanggil orang tua kedua belah pihak serta pihak sekolah untuk dimintai keterangan dan mencari jalan penyelesaian terbaik.
“Perselisihan karena cekcok mulut. Kita juga memanggil kedua orang tua dan pihak sekolah,” ujarnya.
Kapolres Langkat Soroti Kurangnya Pengawasan
Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menilai peristiwa ini menjadi alarm penting bagi orang tua dan tenaga pendidik untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka.
“Peristiwa ini merupakan pembelajaran bersama. Minimnya pengawasan orang tua dan tenaga pendidik bisa berdampak pada terjadinya kekerasan antar pelajar,” tegasnya.
David juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang berkarakter dan bebas kekerasan.
“Mari kita bersama mendukung program Presiden Republik Indonesia untuk menjadikan generasi muda sebagai generasi emas,” ujarnya.
Upaya Penyelesaian Kekeluargaan
Kendati demikian, pihak kepolisian menempuh langkah persuasif dengan berupaya menyelesaikan perkara ini melalui pendekatan kekeluargaan, melibatkan orang tua dan pihak sekolah agar ada efek jera tanpa menghancurkan masa depan para pelajar.
Kasus ini menambah panjang daftar insiden kekerasan di lingkungan sekolah yang sempat viral dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus menjadi peringatan penting akan pentingnya pendidikan karakter dan pengawasan terhadap perilaku remaja.









