Ringkasan Berita
- Dalam video berdurasi 48 detik itu, MZ berdebat dengan seorang pramugari hingga nyaris mencekik pramugari berbusana m…
- Video itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @polostakberdosa, pada Senin (14/4/2025), dan dengan cepat menyebar …
- Menurut narasi yang beredar di media sosial, pertikaian itu dipicu oleh persoalan sepele, yakni ketidaksediaan anggot…
Topikseru.com – Oknum anggota DPRD Sumut berinisial MZ dari fraksi Partai Golkar mendadak viral di media sosial saat terlibat cekcok dengan seorang pramugari sebuah maskapai.
Aksi wakil rakyat ini terekam dan viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 48 detik itu, MZ berdebat dengan seorang pramugari hingga nyaris mencekik pramugari berbusana merah itu.
Video itu pertama kali diunggah oleh akun TikTok @polostakberdosa, pada Senin (14/4/2025), dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial lainnya seperti Instagram, Facebook, dan X (sebelumnya Twitter).
Rekaman yang diambil oleh penumpang lain itu memperlihatkan MZ melayangkan suara tinggi, mendorong, dan diduga mencekik leher pramugari di tengah kabin.
Menurut narasi yang beredar di media sosial, pertikaian itu dipicu oleh persoalan sepele, yakni ketidaksediaan anggota dewan tersebut untuk menaruh koper di kompartemen belakang kabin.
“Karena tidak bersedia kopernya diletakkan di belakang,” tulis unggahan yang ikut menyertai video viral tersebut.
Masyarakat pun mendesak agar insiden ini ditindak secara tegas, mengingat tindakan semacam ini tidak hanya mencoreng citra wakil rakyat, tapi juga berpotensi masuk dalam ranah kekerasan verbal dan fisik terhadap pekerja layanan publik.
DPP Partai Golkar akan Sanksi Anggota DPRD Sumut
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sarmuji menanggapi terkait perilaku anggota DPRD Sumut bernama Megawati Zebua yang diduga menganiaya seorang pramugari tersebut.
Dia mengatakan akan memberikan sanksi kepada kader partai anggota DPRD Sumut tersebut. Kendati sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan resmi terkait dugaan penganiayaan itu.
“Sampai saat ini belum ada laporan ke DPP. Kami tahu dari medsos. Kalau benar, kami akan lakukan pembinaan. Dalam pembinaan bisa diberikan sanksi. Nanti tergantung tingkat kesalahannya,” ujar Sarmuji, Selasa (15/4).
Dia mengatakan partai akan menelusuri terlebih dahulu terkait kronologis peristiwa tak terpuji tersebut.
“Tentu kami akan selisik bagaimana kronologi dan konteksnya kejadian ini,” ujar Sarmuji.
Sarmuji mengingatkan kepada seluruh kader Partai Golkar agar menghormati setiap profesi, tak terkecuali seorang pramugari yang sedang menjalankan tugas.













