Ringkasan Berita
- Menurut otoritas Qatar, korban tengah membahas usulan kesepakatan baru dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang d…
- Penasihat Perdana Menteri sekaligus Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed bin Mohammed Al-Ansari, menyebut…
- Rancangan tersebut telah diajukan dalam pertemuan persiapan para menteri luar negeri Arab dan Islam yang digelar seha…
Topikseru.com – Qatar mengonfirmasi akan menjadi tuan rumah KTT darurat Arab-Islam pada 15 September 2025, sebagai respons atas serangan Israel yang menargetkan para pemimpin Hamas di ibu kota Doha.
Penasihat Perdana Menteri sekaligus Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed bin Mohammed Al-Ansari, menyebut KTT itu akan membahas rancangan resolusi terkait serangan Israel terhadap Qatar.
Rancangan tersebut telah diajukan dalam pertemuan persiapan para menteri luar negeri Arab dan Islam yang digelar sehari sebelumnya.
“Penyelenggaraan KTT pada saat ini memiliki makna penting, terutama sebagai bentuk solidaritas Arab dan Islam yang lebih luas terhadap Negara Qatar,” kata Al-Ansari kepada Kantor Berita Qatar (QNA), Sabtu (13/9).
Israel Serang Kompleks Hamas di Doha
Serangan Israel pada Selasa (9/9) menargetkan sebuah kompleks perumahan di Doha yang menjadi tempat tinggal para negosiator Hamas.
Serangan itu menewaskan lima anggota Hamas dan satu pejabat keamanan Qatar.
Menurut otoritas Qatar, korban tengah membahas usulan kesepakatan baru dari Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Gaza.
Al-Ansari menyebut aksi militer Israel tersebut sebagai “agresi pengecut” dan bentuk “terorisme negara”.
Korban Perang Gaza Terus Bertambah
Sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023, lebih dari 64.000 orang tewas akibat serangan Israel.
Hingga kini, Qatar bersama AS dan Mesir berperan sebagai mediator utama dalam upaya perundingan damai antara Israel dan Hamas.
KTT darurat ini dipandang penting untuk menyatukan sikap dunia Arab dan Islam, sekaligus memperkuat posisi Qatar yang selama ini berada di garis depan diplomasi Timur Tengah.










