BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Terus Menguat 47,618 Poin ke Level 8.146,951 di Perdagangan Sesi I Senin (29/9/2025)

×

IHSG Terus Menguat 47,618 Poin ke Level 8.146,951 di Perdagangan Sesi I Senin (29/9/2025)

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,59% atau 47,618 poin ke level 8.146,951. Tercatat 373 saham naik, 218 turun, dan 142 stagnan.

Ringkasan Berita

  • Total volume perdagangan mencapai 27,7 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 12,9 triliun.
  • Tercatat 373 saham naik, 218 turun, dan 142 stagnan.
  • Delapan sektor mencatat penguatan, dengan tiga tertinggi adalah: IDX-Basic naik 4,78%, IDX-Property 2,55%, dan IDX-In…

Topikseru.com – Pada perdagangan sesi pertama Senin (29/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,59% atau 47,618 poin ke level 8.146,951. Tercatat 373 saham naik, 218 turun, dan 142 stagnan.

Baca Juga  IHSG Menghijau 32,171 Poin ke Level 8.131,504 di Perdagangan Senin (29/9/2025) Pagi Ini

Total volume perdagangan mencapai 27,7 miliar saham dengan nilai mencapai Rp 12,9 triliun.

Delapan sektor mencatat penguatan, dengan tiga tertinggi adalah: IDX-Basic naik 4,78%, IDX-Property 2,55%, dan IDX-Industry 1,78%.

Baca Juga  MNC Sekuritas Herditya: Herditya memperkirakan IHSG Berpeluang Menguat Terbatas dengan Level Support 8.070 dan Resistance 8.109

Saham top gainers LQ45 antara lain:

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 19,83% ke Rp 695
PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) naik 5,77% ke Rp 550
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 5,69% ke Rp 3.900
Saham top losers LQ45 antara lain:

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 3,66% ke Rp 1.975
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 3,55% ke Rp 1.765
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 2,62% ke Rp 7.425

IHSG Menghijau 32,171 Poin ke Level 8.131,504 di Perdagangan Senin (29/9/2025) Pagi Ini

Pada perdagangan awal pekan perdagangan Senin (29/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau di pasar spot. Mengutip data RTI pukul 09.16 WIB, indeks naik 0,40% atau 32,171 poin ke level 8.131,504.

Tercatat 304 saham naik, 204 saham turun, dan 159 saham stagnan. Total volume perdagangan 6,04 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 3,16 triliun.

Sebanyak 10 indeks sectoral menopang Langkah IHSG pagi ini. Tiga sector dengan kenaikan tertinggi yakni; IDX-Property 2,38%, IDX-Techno 1,88, dan IDX-Industry 1,41%.

Saham-saham top gainers LQ45:

PT Map AKtif Adiperkasa Tbk (MAPA) naik 3,85% ke Rp 540
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,52% ke Rp 3.820
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 3,45% ke Rp 600

Saham-saham top losers LQ45:

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 3,17% ke Rp 1.985
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 2,62% ke Rp 7.425
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 2,19% ke Rp 1.790

MNC Sekuritas Herditya: Herditya memperkirakan IHSG Berpeluang Menguat Terbatas dengan Level Support 8.070 dan Resistance 8.109

Pada Jumat (26/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di sepanjang pekan ini. IHSG berakhir naik 58,66 poin atau 0,73% ke level 8.099,33. Selama sepekan, IHSG mendaki 0,6%.

Menurut Analis sekaligus VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, ada dua sentimen pasar yang menopang penguatan IHSG dalam sepekan. Pertama, penguatan saham konglomerasi khususnya paska rebalancing indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange Group (FTSE).

Kedua, penguatan harga sejumlah komoditas, khsusunya mineral dan bahan baku seperti emas hingga tembaga. Di sisi lain, depresiasi rupiah cenderung menjadi sinyal buruk.

“IHSG sepekan terakhir bergerak mixed dengan ditutup menguat tipis sebesar 0,6% ke level 8.099 dengan pergerakan dalam tren bullish untuk jangka pendek hingga panjang,” kata Audi.

Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menerangkan penguatan IHSG disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian.

Menurut Herditya, ada tiga faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG. Pertama, pergerakan harga komoditas dunia terutama emas yang cenderung meningkat. Sentimen ini dinilai memengaruhi pergerakan emiten di pasar saham.

Kedua, ketidakpastian akan arah Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserves/The Fed) untuk keputusan suku bunga ke depannya. Sentimen tersebut meningkatkan ketidakpastian di antara investor sekaligus meningkatkan yield US Treasury.

“Ketiga, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” ujar Herditya.

Untuk Senin (29/9), Herditya memperkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support 8.070 dan resistance 8.109.

Laju IHSG pada perdagangan selanjutnya akan dipengaruhi seputar pergerakan harga komoditas dunia dan nilai tukar rupiah.

Dus, Herditya merekomendasikan untuk mencermati saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) di target harga Rp 825-Rp 875 per saham, PT Sentul City Tbk (BKSL) dengan target harga Rp 148-Rp 154 per saham dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) pada target harga Rp 2.170-Rp 2.250 per saham.

Rekomendasi IHSH Senin 29 September 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memperlihatkan tenaga untuk menguat pada hari ini, Senin, 29 September 2025. Cek proyeksi IHSG dan rekomendasi saham hari ini dari Mirae Asset Sekuritas.

IHSG ditutup naik 0,73% ke level 8.099,33 pada Jumat lalu (26/9). Investor asing mencatatkan lebih banyak pembelian ketimbang penjualan dengan net buy Rp 582,67 miliar di seluruh pasar, di antaranya Rp 259,74 miliar di pasar reguler.

Dalam sepekan, IHSG tercatat naik 0,59%.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta menilai, secara teknikal, IHSG berada dalam fase uptrend, didukung indikator moving average MA20&60 yang cenderung bergerak ke atas. Di sisi lain, sinyal RSI masih positif. Bahkan, asing juga masih melakukan aksi beli dengan nilai Rp 582 miliar.

Level support IHSG diperkirakan di level 8.023 & 7.969. Sedangkan resistance di level 8.152 & 8.204.

Dari market, rilis data indeks belanja individu (personal consumption expenditure) di Amerika Serikat pada akhir pekan lalu yang sesuai konsensus memberikan optimisme bahwa peluang penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Oktober 2025 semakin terbuka lebar.

Sementara itu, adapun Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan industri perbankan memperkuat sinergi dalam mengembangkan instrumen keuangan domestik demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Rekomendasi saham

Dengan kenaikan IHSG dan sinyal kedatangan asing, Nafan menyarankan investor mengakumulasi saham dengan prospek solid, menggunakan strategi buy on dip, realisasikan profit jika perlu, dan terapkan manajemen risiko secara efektif.

Sejumlah saham bisa menjadi pertimbangan investor. Berikut rekomendasi saham hari ini dari Mirae Sekuritas.

1. ASRI – Last push
ACTION: ADD (MARGINABLE STOCK); especially with entry level area at 171 – 175.
TP1: 178 (+2.89%)
TP2: 184 (+6.36%)
TP3: 199 (+15.03%)
Support: 171 & 163

2. BEST – Pullback
ACTION: BUY; especially with entry level area at 110 – 114.
TP1: 116 (+3.57%)
TP2: 121 (+8.04%)
TP3: 125 (+11.61%)
Support: 110 & 103

3. BKSL – Pullback
ACTION: BUY; especially with entry level area at 133 – 140.
TP1: 142 (+2.90%)
TP2: 145 (+5.07%)
TP3: 154 (+11.59%)
Support: 133 & 128

Perlu diingat, rekomendasi saham ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi mengandung risiko dan keuntungan yang ada di tangan masing-masing.