Ringkasan Berita
- Hasilnya, 25 orang, yakni terdiri dari pasangan bukan suami istri, diamankan dari sejumlah kos-kosan dan penginapan.
- Delapan dari 25 orang yang diamankan langsung dilimpahkan ke Polres Tanjungbalai karena dicurigai terkait penyalaguna…
- Mayoritas dari mereka masih berstatus anak di bawah umur.
Topikseru.com – Tim gabungan menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) dini hari di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, Kamis (30/10/2025). Hasilnya, 25 orang, yakni terdiri dari pasangan bukan suami istri, diamankan dari sejumlah kos-kosan dan penginapan. Mayoritas dari mereka masih berstatus anak di bawah umur.
Kasatpol PP Kota Tanjungbalai, Pahala Zulfikar, membenarkan razia yang melibatkan personel TNI, Polri, Satpol PP, serta perwakilan Kejaksaan itu.
“Kami menyisir hotel hingga kos-kosan. Yang kami amankan total 25 orang: 11 perempuan dan 14 laki-laki,” kata Pahala saat dikonfirmasi.
Barang Bukti Disita: Terkait Narkoba dan Judi Online
Dalam operasi, petugas juga menemukan sejumlah barang bukti, antara lain alat isap sabu dan senjata tajam. Delapan dari 25 orang yang diamankan langsung dilimpahkan ke Polres Tanjungbalai karena dicurigai terkait penyalagunaan narkotika dan indikasi perjudian online.
Sementara 17 orang lainnya dijemput orangtua masing-masing dan dipulangkan setelah membuat surat pernyataan.
“Barang bukti kami serahkan ke kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Untuk yang masih di bawah umur, kami serahkan kembali kepada orang tua setelah memberikan pernyataan,” ujar Pahala.
Razia Rutin untuk Jaga Ketertiban
Menurut Pahala, operasi semacam ini merupakan kegiatan berkala untuk menekan penyakit masyarakat sekaligus menjaga ketertiban umum. Petugas tidak hanya menindak pasangan bukan suami istri, tetapi juga menelusuri tindak pidana lain yang sering menyelinap di balik aktivitas tersebut.
Operasi gabungan dipandang efektif oleh aparat setempat karena menghadirkan unsur pencegahan sekaligus penindakan, mulai dari penertiban norma sosial hingga penindakan tindak pidana seperti narkoba dan perjudian yang meresahkan masyarakat.
Respons Masyarakat dan Langkah Selanjutnya
Sejumlah warga menyambut baik langkah penertiban, dengan alasan menjaga keamanan lingkungan dan perlindungan anak-anak.
Namun sebagian warga mengingatkan agar pemerintah daerah juga menyediakan program edukasi dan pembinaan bagi remaja untuk mengurangi risiko pengulangan perilaku serupa.
Kepolisian dan Satpol PP menyatakan akan melanjutkan pemeriksaan terhadap barang bukti dan pelaku yang diserahkan, sementara stakeholder terkait di daerah diharapkan memperkuat upaya pencegahan melalui pembinaan keluarga serta program sosial.













