Ringkasan Berita
- Kasi Humas Polres Sibolga, AKP Suyatno, membenarkan insiden tersebut.
- Peristiwa nahas itu terjadi di area halaman Masjid Agung, Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibol…
- FL Tobing Sibolga untuk mendapatkan pertolongan medis.
Topikseru.com – Seorang pemuda berstatus mahasiswa bernama Arjuna Tamaraya, warga Kabupaten Tapanuli Tengah, meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan brutal oleh sekelompok pria di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Jumat (31/10/2025) dini hari.
Kasi Humas Polres Sibolga, AKP Suyatno, membenarkan insiden tersebut. Peristiwa nahas itu terjadi di area halaman Masjid Agung, Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota.
Menurut keterangan kepolisian, korban sempat dilarikan ke RSUD Dr. FL Tobing Sibolga untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tak tertolong akibat luka parah yang dialami.
Dipicu Larangan Beristirahat di Halaman Masjid
Dijelaskan Suyatno, penganiayaan mahasiswa di Sibolga ini bermula saat korban hendak beristirahat di halaman masjid. Tindakan itu ternyata memicu kemarahan beberapa pria yang berada di lokasi tersebut.
“Para pelaku melarang korban beristirahat. Namun karena korban tetap berada di sana, para pria itu merasa tersinggung dan kemudian melakukan penganiayaan,” ungkapnya, Minggu (2/11/2025).
Korban dipukuli secara membabi buta hingga tersungkur bersimbah darah. Pengeroyokan terjadi mulai dari halaman dalam hingga area luar masjid.
Tiga Pelaku Ditangkap, Sisanya Diburu
Respon cepat dilakukan Satreskrim Polres Sibolga melalui penyelidikan dan penyidikan intensif. Polisi akhirnya meringkus tiga terduga pelaku berinisial ZP, HB, dan SS.
“Sementara pelaku lain masih dalam pengejaran,” tegas Suyatno.
Dalam pemeriksaan awal, ketiga pelaku mengaku kesal hanya karena korban beristirahat di halaman masjid.
“Pelaku ini bukan pengurus masjid, tapi mereka tidak senang melihat korban berada di dalam halaman masjid,” tambahnya.
Polisi Dalami Motif Lain
Saat ini, penyidik tengah mendalami kemungkinan adanya motif tambahan, termasuk dugaan provokasi dan keterlibatan pelaku lainnya.
Insiden ini memicu keprihatinan masyarakat, terlebih karena terjadi di lingkungan rumah ibadah yang seharusnya menjadi ruang aman.







