Ringkasan Berita
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menerjunkan ambulans operasional untuk menyalurkan ratusan pake…
- Bantuan ini merupakan bagian dari total 900 hingga 1.200 paket makanan yang didistribusikan ke empat kelurahan.
- 300 Paket Nasi Dibagikan di Sei Mati Hadi, petugas BPBD Kota Medan yang memimpin distribusi bantuan, mengungkapkan ba…
Topikseru.com – Bantuan makanan mulai didistribusikan kepada warga terdampak banjir besar di bantaran Sungai Deli, khususnya yang mengungsi di Kantor Lurah Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (27/11/2025).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan menerjunkan ambulans operasional untuk menyalurkan ratusan paket nasi bungkus kepada para pengungsi dan relawan.
Bantuan ini merupakan bagian dari total 900 hingga 1.200 paket makanan yang didistribusikan ke empat kelurahan.
300 Paket Nasi Dibagikan di Sei Mati
Hadi, petugas BPBD Kota Medan yang memimpin distribusi bantuan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membagi paket makanan ke beberapa titik pengungsian.
“Di Kelurahan Aur sudah kami serahkan 300 paket, di Sei Mati 300 paket lagi. Sisanya akan kami salurkan ke Kampung Baru dan Suka Raja,” ujar Hadi.
Ratusan warga yang kini menempati tenda darurat menerima bantuan tersebut seiring kondisi banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Evakuasi Masih Berlangsung, Banyak Lansia dan Anak-anak Alami Hipotermia
Hingga Kamis siang, proses evakuasi warga yang masih terjebak di rumah-rumah mereka terus dilakukan.
Selain makanan, kebutuhan mendesak lainnya adalah selimut, minyak kayu putih, obat-obatan, serta perlengkapan untuk anak-anak.
Relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan juga sudah turun membantu penanganan kesehatan darurat.
“Banyak anak-anak dan lansia mengalami hipotermia. Kami sedang menangani mereka dengan fasilitas seadanya,” kata Juliana, salah satu relawan di posko Sei Mati.
Kondisi Warga Masih Memprihatinkan
Minimnya suplai makanan, terbatasnya selimut dan pakaian kering, serta padamnya listrik sejak banjir menerjang membuat kondisi pengungsi semakin rentan.
Banyak warga belum bisa kembali ke rumah karena ketinggian air di sejumlah titik masih membahayakan.
BPBD Medan memastikan distribusi bantuan akan dilakukan secara bertahap sambil menunggu proses penanganan banjir dan evaluasi lapangan.












