Ekonomi dan Bisnis

Harga Emas Dunia Terkoreksi Usai Cetak Rekor, Namun Menuju Kinerja Bulanan Terbaik Sejak 1980-an

×

Harga Emas Dunia Terkoreksi Usai Cetak Rekor, Namun Menuju Kinerja Bulanan Terbaik Sejak 1980-an

Sebarkan artikel ini
harga emas dunia
Harga emas dunia terkoreksi setelah cetak rekor tertinggi.

Ringkasan Berita

  • Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,3% ke level US$5.330,20 per troy ounce pada pukul 13.30 waktu AS.
  • Sebelumnya, harga sempat berbalik arah dan anjlok lebih dari 5% ke posisi terendah harian US$5.109,62, setelah menyen…
  • Meski melemah secara harian, logam mulia masih mencatatkan kinerja bulanan terkuat sejak dekade 1980-an, ditopang ket…

Topikseru.com, JakartaHarga emas dunia mengalami koreksi pada perdagangan Kamis (29/1/2026) setelah investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menyusul pencapaian rekor tertinggi sepanjang masa.

Meski melemah secara harian, logam mulia masih mencatatkan kinerja bulanan terkuat sejak dekade 1980-an, ditopang ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,3% ke level US$5.330,20 per troy ounce pada pukul 13.30 waktu AS. Sebelumnya, harga sempat berbalik arah dan anjlok lebih dari 5% ke posisi terendah harian US$5.109,62, setelah menyentuh rekor tertinggi di US$5.594,82 pada sesi yang sama.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup melemah 0,3% di level US$5.318,40 per troy ounce.

“Terjadi aksi jual yang cukup tajam setelah logam mulia mencetak rekor tertinggi baru,” ujar Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Reli Emas Masih Kuat Secara Bulanan

Meski terkoreksi, harga emas spot masih melonjak sekitar 24% sepanjang Januari dan menguat 7% dalam sepekan terakhir. Kuatnya reli ini mendorong UBS merevisi naik proyeksi harga emas menjadi US$6.200 per troy ounce untuk tiga kuartal pertama tahun ini, sebelum diperkirakan turun ke US$5.900 pada akhir 2026.

Permintaan emas juga semakin meluas. Investor kripto hingga bank sentral tercatat meningkatkan eksposur ke logam mulia. Direktur Utama GoldSilver Central, Brian Lan, menilai emas kini menjadi aset yang semakin diminati karena investor memburu instrumen dengan potensi imbal hasil tinggi di tengah volatilitas pasar.

Baca Juga  Harga Emas Antam Melorot Rp8.000 Dibanderol Rp1.924.000 Per Gram

Geopolitik dan Kebijakan The Fed Jadi Penopang

Sentimen emas turut ditopang ketegangan geopolitik. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan Iran untuk kembali berunding terkait kesepakatan nuklir. Di sisi lain, Teheran mengancam akan melakukan pembalasan terhadap AS, Israel, dan sekutunya, sehingga meningkatkan permintaan aset lindung nilai.

Dari sisi kebijakan moneter, bank sentral AS (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya pada Rabu (28/1/2026). Pasar kini menanti pengumuman Trump terkait pengganti Ketua The Fed Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei mendatang.

Pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga berikutnya baru akan dilakukan pada Juni, kondisi yang masih mendukung pergerakan harga emas dalam jangka menengah.

Perak, Platinum, dan Paladium Ikut Terkoreksi

Tak hanya emas, harga perak spot juga melemah 2,1% ke level US$114,14 per troy ounce, setelah sempat menyentuh US$121,64. Meski terkoreksi, harga perak telah melonjak lebih dari 60% sepanjang Januari, didorong defisit pasokan dan aksi beli spekulatif.

Analis Marex, Guy Wolf, menilai pasar perak, platinum, dan paladium relatif lebih kecil dibandingkan emas atau indeks saham utama, sehingga lebih rentan terhadap arus spekulasi.

Sementara itu, harga platinum turun 3,2% ke US$2.602,85 per troy ounce, setelah mencetak rekor US$2.918,80 awal pekan ini. Paladium juga melemah 3,7% ke level US$1.996,65 per troy ounce.