Ringkasan Berita
- Tahun baru ini menandai peralihan dari Tahun Ular Kayu menuju Tahun Kuda Api 2026.
- Prospek Pasar Saham Indonesia 2026 Yulius memperkirakan bursa domestik masih berpotensi mengalami koreksi hingga seme…
- Rekomendasi Alokasi Portofolio: 40% saham 30%–40% emas 20%–30% obligasi Strategi diversifikasi dinilai krusial un…
Topikseru.com, Jakarta – Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili akan dimulai besok Selasa 17 Februari 2026. Tahun baru ini menandai peralihan dari Tahun Ular Kayu menuju Tahun Kuda Api 2026.
Dalam perspektif feng shui dan dinamika pasar, tahun ini diproyeksikan menjadi fase penuh momentum, namun tetap menuntut disiplin tinggi dalam pengelolaan keuangan dan investasi.
Founder Feng Shui Consulting Indonesia, Yulius Fang, menilai Tahun Kuda Api membawa energi optimisme, percepatan, dan ekspansi. Meski demikian, keberhasilan justru terletak pada strategi yang tenang, terukur, dan bertahap.
“Slow and steady win the race, melangkah mantap menuju kemajuan akan memberikan hasil yang lebih berkelanjutan,” ujar Yulius dalam acara Market Outlook 2026 BRI Danareksa Sekuritas di Jakarta, Jumat (13/2).
Menurutnya, investor perlu menjaga arus kas (cash flow), menghindari overconfidence, serta fokus pada pertumbuhan yang konsisten di tengah volatilitas.
Sektor Bisnis Potensial di Tahun Kuda Api 2026
Yulius memetakan peluang bisnis berdasarkan elemen feng shui sebagai berikut:
Elemen Air
Mencakup sektor:
Minuman & kafe
Pariwisata & perhotelan
Transportasi & pelayaran
Perikanan
Perangkat lunak & media online
Laundry & jasa layanan
Sektor berbasis jasa dan mobilitas dinilai memiliki peluang besar seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.
Elemen Kayu
Meliputi:
Tekstil & fesyen
Kesehatan
Kehutanan & perkebunan
Furnitur & produk kayu
Percetakan & alat tulis
Kurir, ekspedisi, logistik & pergudangan
Obat tradisional
Perdagangan eceran
Sektor ini berpotensi mendapat dorongan dari ekspansi dan peningkatan konsumsi domestik.
Elemen Tanah
Termasuk:
Properti & infrastruktur
Konstruksi
Perbankan
Asuransi konvensional
Perdagangan kebutuhan pokok
Barang konsumsi
Peternakan & produk kulit
Perdagangan grosir
Sektor defensif dan kebutuhan dasar tetap memiliki daya tahan di tengah gejolak.
Elemen Api
Sektor yang diprediksi agresif:
Restoran
Energi & bahan bakar
Industri kimia
Teknologi kecerdasan buatan (AI)
Gim & sekuritas
Pendidikan & hiburan
Kecantikan
Penerbangan & kelistrikan
Periklanan & fotografi
Asuransi modern
Elemen api melambangkan transformasi, volatilitas, dan eksposur risiko tinggi—namun dengan potensi imbal hasil besar.
Elemen Logam (Diprediksi Menantang)
Meliputi:
Otomotif
Elektronik & komputer
Mesin & alat berat
Layanan keuangan & fintech
Perdagangan valas
Perhiasan
Pertambangan mineral
Industri logam
Farmasi
Telekomunikasi
Layanan hukum & salon
Sektor ini diperkirakan menghadapi tekanan lebih besar di fase awal tahun.
Prospek Pasar Saham Indonesia 2026
Yulius memperkirakan bursa domestik masih berpotensi mengalami koreksi hingga semester I-2026 sebelum memasuki fase bullish hingga akhir tahun.
Rekomendasi Alokasi Portofolio:
40% saham
30%–40% emas
20%–30% obligasi
Strategi diversifikasi dinilai krusial untuk meredam volatilitas awal tahun.
Strategi Investasi: Momentum Lebih Penting dari Bertahan
Secara terpisah, Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menilai transisi menuju Kuda Api menjadi titik infleksi bagi pasar modal Indonesia.
“Tahun 2026 bukan sekadar pergantian kalender, tetapi katalis pembaruan. Gelombang reformasi struktural berpotensi memperkuat integritas pasar,” ujarnya kepada Kontan.
Menurutnya:
Strategi buy and hold tradisional berisiko tergerus inflasi dan volatilitas.
Pasar akan bergerak dalam rotasi sektor yang cepat.
Strategi active rebalancing dan stock picking agresif lebih relevan.
Emiten dengan narasi pertumbuhan kuat dan likuiditas tinggi berpeluang mendapat valuasi premium.
“Diam di tempat adalah risiko terbesar. Bergerak cepat atau akan tersapu oleh laju pasar,” tegas Liza.
Kesimpulan: Disiplin & Adaptif Jadi Kunci
Tahun Kuda Api 2026 menghadirkan kombinasi energi ekspansif dan volatilitas tinggi. Investor dituntut:
✔ Disiplin mengelola cash flow
✔ Aktif membaca momentum
✔ Cepat melakukan rebalancing
✔ Tidak terlena euforia
✔ Menentukan strategi exit sama pentingnya dengan entry
Portofolio yang adaptif dan responsif terhadap arah pasar diprediksi menjadi pemenang di tengah percepatan siklus investasi.
Tahun ini bukan panggung bagi yang pasif, melainkan bagi yang sigap membaca momentum dan berani mengeksekusi strategi secara terukur.













