Daerah

Imlek 2026 di Medan: Lampion Ludes, Warga Serbu Pernak-Pernik Merah Jelang 17 Februari

×

Imlek 2026 di Medan: Lampion Ludes, Warga Serbu Pernak-Pernik Merah Jelang 17 Februari

Sebarkan artikel ini
Imlek 2026 Medan
Warga Medan ramai berburu lampion, angpau, dan patung shio kuda jelang Imlek 17 Februari 2026

Topikseru.com, Medan – Antusiasme perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Medan meningkat tajam. Sehari menjelang perayaan pada 17 Februari 2026, warga Tionghoa ramai berburu lampion, angpau, hingga patung shio kuda di berbagai pusat perbelanjaan.

Kota Medan tampak semakin semarak menjelang Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari. Sehari sebelum perayaan, Senin (16/2/2026), warga keturunan Tionghoa masih memadati sejumlah toko pernak-pernik untuk melengkapi dekorasi rumah bernuansa merah khas Imlek.

Ornamen seperti lampion, angpau, gantungan hias, kertas sembahyang, hingga patung shio kuda menjadi barang paling banyak diburu pembeli.

Antusiasme Warga Meningkat Jelang Imlek 2026

Pantauan di Home Gallery Medan menunjukkan suasana toko dipenuhi ornamen bernuansa merah dan emas. Lampion merah bergantungan di langit-langit, tempelan huruf Mandarin tertata rapi di dinding, sementara berbagai hiasan Imlek memenuhi etalase.

Sutri Nurjani, pegawai toko tersebut, mengatakan lonjakan pembeli sudah terasa sejak akhir tahun lalu dan mencapai puncaknya pada Januari 2026.

“Daya tarik pembeli tahun ini meningkat. Sejak bulan 12 sudah ramai, puncaknya bulan 1 dan hari ini warga masih datang membeli ornamen khas Imlek,” ujarnya.

Menurutnya, pola belanja masyarakat dilakukan secara bertahap. Banyak pelanggan datang lebih dari satu kali untuk melengkapi kebutuhan dekorasi rumah mereka.

“Biasanya awalnya beli bola-bola hias, lalu berikutnya beli lampion dan pernak-pernik pendukung lainnya. Jadi mereka belanja beberapa kali,” kata Sutri.

Lampion dan Angpau Jadi Primadona

Dari berbagai jenis dekorasi, lampion menjadi produk paling diminati hingga stok sempat kosong. Selain itu, angpau, gantungan hias, tempelan dinding, dan patung shio kuda juga laris manis.

Baca Juga  Kalender Perayaan Tahun Baru Imlek 2026: Dari Hari Pertama hingga Cap Go Meh

“Lampion paling banyak dicari. Kita sempat ada stok, tapi sekarang kosong karena banyak dibeli. Selain itu angpau dan gantungan juga laris,” ujarnya.

Harga yang relatif terjangkau turut menjadi daya tarik. Lampion dijual mulai dari Rp 20 ribu hingga ratusan ribu rupiah, sementara angpau dibanderol mulai Rp 9 ribu per pak, tergantung model dan desain.

Model terbaru dengan sentuhan desain modern dan motif shio kuda menjadi favorit pembeli tahun ini, seiring pergantian shio dalam kalender Tionghoa.

Suasana Serupa di Sejumlah Toko Lain

Lonjakan pembeli tidak hanya terjadi di Home Gallery Medan. Suasana ramai juga terlihat di Acai Jaya, di mana warga masih memilih dan membeli berbagai hiasan Imlek hingga jelang perayaan.

Kondisi ini menjadi indikator meningkatnya optimisme dan semangat masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Medan.

Dengan tingginya minat terhadap pernak-pernik khas Tahun Baru Tionghoa, perayaan Imlek tahun ini diprediksi berlangsung lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya.

Atmosfer perayaan pun sudah terasa kuat di berbagai sudut kota, terutama di kawasan pusat perdagangan dan permukiman warga Tionghoa.

Momentum ini tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal melalui peningkatan transaksi ritel menjelang hari besar keagamaan.