Topikseru.com, Medan – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan mengembalikan seorang calon haji asal Jawa Tengah ke Embarkasi Solo setelah sempat menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan.
Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Embarkasi Medan, Murnisyah Nasution, menyatakan bahwa calon haji tersebut telah dinyatakan layak terbang oleh tim medis.
“Setelah menerima surat keterangan layak terbang dari RSUD Amri Tambunan, yang bersangkutan langsung diterbangkan kembali,” ujarnya, Selasa (29/4/2026).
Sempat Dirawat Usai Transit di Kualanamu
Calon haji tersebut diketahui bernama Muritno (73), warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ia sebelumnya harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami gangguan kesehatan saat perjalanan menuju Tanah Suci.
Muritno diturunkan dari pesawat Garuda Indonesia saat melakukan pendaratan teknis di Bandara Internasional Kualanamu.
Sejak Rabu (22/4), ia dirawat di RSUD Amri Tambunan hingga kondisinya dinyatakan stabil.
Kembali ke Embarkasi Solo, Bukan Langsung ke Madinah
Setelah dinyatakan sehat dan layak terbang, Muritno tidak langsung diberangkatkan ke Arab Saudi. Ia terlebih dahulu dipulangkan ke embarkasi asal, yakni Embarkasi Solo.
Perjalanan dilakukan menggunakan pesawat yang sama, dengan rute kembali melalui Bandara Adi Soemarmo.
“Alhamdulillah kondisi beliau sudah membaik dan telah kembali ke Embarkasi Solo,” kata Murnisyah.
Didampingi Rekan Satu Daerah
Dalam perjalanan tersebut, Muritno didampingi oleh Cheriyah (80), sesama calon haji asal Kabupaten Tegal yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) yang sama.
Diketahui, sebanyak 360 calon haji dalam Kloter 3 Embarkasi Solo sebelumnya telah diberangkatkan menuju Tanah Suci pada 22 April 2026.
PPIH Pastikan Kesehatan Jamaah Jadi Prioritas
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi calon haji sebelum keberangkatan. PPIH memastikan seluruh jamaah yang akan diberangkatkan telah memenuhi standar kesehatan dan keselamatan penerbangan.
Prosedur “layak terbang” menjadi syarat mutlak demi menghindari risiko selama perjalanan panjang menuju Arab Saudi.












