Topikseru.com, Jakarta – Kultum Ramadhan dengan tema “Selagi Masih Ada, Berbaktilah kepada Orang Tua” saat ini kita sedang berada di bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah di mana seluruh umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh.
Dalam bulan yang penuh dengan keberkahan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Di antara amal saleh yang dianjurkan dalam Islam ialah berbakti kepada kedua orang tua.
Berbakti kepada orang tua adalah bagian dari perintah agama dan merupakan kewajiban bagi umat Islam. Islam sangat mewajibkan bagi seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tua dengan menyayangi dan menghormati mereka.
Sebab kedua orang tua merupakan sebab seorang anak ada di dunia dan mereka pula yang merawat, mendidik dan membesarkan anak hingga dewasa.
Dalam salah satu riwayat hadits, Nabi Muhammad SAW menyamakan derajat berbakti kepada kedua orang tua dengan berjihad.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَسْتَأْذِنُهُ فِي الْجِهَادِ فَقَالَ: أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ
Artinya: “Dari Abdullah bin Amr, berkata: Seorang laki-laki mendatangi Nabi Muhammad Saw meminta izin untuk mengikuti perang. Nabi Muhammad Saw bertanya: “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” “Masih, Nabi,” jawab laki-laki tersebut. Nabi Muhammad bersabda: “Maka berjihadlah dengan berbakti kepada kedua orang tuamu,” (HR. Muslim).
Orang tua memiliki derajat yang tinggi di dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menempatkan perintah bersyukur kepada orang tua setelah perintah bersyukur kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman dalam surat Luqman ayat 14:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Artinya: “Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.” (Qs. Luqman: 14).
Pada ayat di atas, Allah SWT memerintahkan kepada kita selaku umat Islam agar selalu berbakti kepada orang tua. Kedua orang tua, terutama ibu yang mengandung selama sembilan bulan dalam kepayahan, melahirkan dengan mempertaruhkan nyawa dan setelahnya dengan kasih sayang menyusui anaknya selama 2 tahun lamanya.
Dalam ayat ini, Allah juga menempatkan posisi bersyukur kepada kedua orang tua setelah bersyukur kepada-Nya yang menjadikan kedua orang tua memiliki derajat yang tinggi di sisi-Nya.
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam tafsirnya menjelaskan bahwa maksud dari perintah bersyukur kepada Allah pada ayat di atas ialah dengan menaati perintah-Nya sebab pada hakikatnya Allah yang memberikan nikmat. Sedangkan perintah bersyukur kepada kedua orang tua dengan berbakti, sebab keduanya merupakan sebab adanya anak.
Syekh Nawawi berkata:
أَنِ اشْكُرْ لِي بِالطَّاعَةِ لِأَنِّيْ الْمُنْعِمُ فِيْ الْحَقِيْقَةِ وَلِوَالِدَيْكَ بِالتَّرْبِيَّةِ، لِأَنَّهُمَا سَبَبٌ لِوُجُوْدِكَ
Artinya: “Bersyukurlah kepada-Ku sebab Aku yang memberikan nikmat, dan kepada orang tuamu dengan berbakti, sebab keduanya merupakan sebab adanya dirimu,” (Nawawi Banten, Marah Labid, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, 1417 H], juz II hal 237).
Dalam ayat setelahnya, bahkan Allah memerintahkan untuk tetap berbakti kepada orang tua meski berbeda keyakinan. Allah memerintahkan untuk membersamai keduanya dengan baik di dunia dengan menaati perintah keduanya selagi tidak bertentangan dengan perintah-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًاۖ وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak punya ilmu tentang itu, janganlah patuhi keduanya, (tetapi) pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang biasa kamu kerjakan,” (Qs. Luqman: 15).
Ayat 15 surat Luqman di atas mempertegas posisi kedua orang tua yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah Swt. Allah SWT tetap memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua dan menemaninya dengan baik meski orang tua mengajak bermaksiat kepada-Nya.
Syekh Nawawi Al-Bantani berkata:
أَنَّ خِدْمَتَهُمَا وَاجِبَةٌ وَطَاعَتَهُمَا لَازِمَةٌ مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهَا تَرْكُ طَاعَةِ اللهِ، أَمَّا إِذَا أَفْضَى إِلَيْهِ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُما فِي الدُّنْيا مَعْرُوفاً، أي صَحَابًا مَعْرُوْفًا يَرْتَضِيْهِ الشَّرْعُ وَتَقْتَضِيْهِ
الْمُرُوْءَةُ
Artinya: “Berbakti dan menaati kedua orang tua dihukumi wajib selagi tidak ada unsur meninggalkan perintah taat kepada Allah. Adapun jika sampai menghantarkan kepada maksiat maka jangan mengikutinya. Namun tetaplah pergauli keduanya di dunia dengan baik yang sesuai dengan tuntunan syariat,” (Marah Labid, hal. 237).
Beberapa ayat berbakti kepada orang tua seperti yang dicontohkan di atas memberikan penjelasan yang tegas bahwa berbakti kepada orang tua sangat diwajibkan dalam Islam selagi tidak memerintahkan kepada kemaksiatan.
Dalam konteks di zaman sekarang, berbakti kepada orang tua bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Misal secara ekonomi, dari uang penghasilan hasil kerja selama sebulan, kita bisa menyisihkannya untuk sedikit membantu meringankan ekonomi orang tua. Atau mungkin misal kita berbeda pandangan politik dengan orang tua, kita tetap menghormatinya dan tidak menjauhinya karena hal tersebut.
Kesimpulannya, berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban dalam Islam. Pada momen Ramadhan yang dipenuhi keberkahan ini, bagi seorang anak yang masih memiliki kedua orang tua, hendaknya memanfaatkannya dengan baik, yaitu dengan berbakti dan membersamai keduanya selagi masih diberikan kesempatan. Dianjurkan pula bagi seorang anak untuk selalu mendoakan yang terbaik untuk kedua orang tuanya sebagaimana mereka selalu mendoakan yang terbaik untuk kita.
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu.













