Topikseru.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
“Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Presiden Prabowo Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara yang Simpan Devisa Ekspor di Luar Negeri
- BGN Larang Dapur MBG Masak Mi Tanpa Chef Andal Usai 147 Anak Alami Gangguan Pencernaan
Dalam keputusan itu, Presiden memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional. Tidak hanya itu, dua wakil kepala BGN juga ikut dicopot, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.
Pergantian Pimpinan BGN Jadi Sorotan
Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional menarik perhatian publik karena lembaga tersebut memegang peran strategis dalam menjalankan berbagai program pemenuhan gizi nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo.
Hingga saat ini belum disampaikan secara rinci alasan di balik pergantian pimpinan tersebut. Namun perubahan struktur kepemimpinan terjadi saat pemerintah terus memperluas implementasi program gizi bagi masyarakat, khususnya pelajar dan kelompok rentan.
BGN merupakan lembaga yang bertanggung jawab mengoordinasikan kebijakan, distribusi, hingga pengawasan berbagai program pemenuhan gizi yang didukung pemerintah pusat.
Siapa Dadan Hindayana?
Nama Dadan Hindayana dikenal luas di kalangan akademisi jauh sebelum masuk ke pemerintahan.
Dia merupakan Kepala Badan Gizi Nasional pertama sejak lembaga tersebut dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Dadan pertama kali dilantik sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 94P Tahun 2024.
Ketika pemerintahan Prabowo dimulai pada Oktober 2024, Dadan kembali dipercaya memimpin BGN dan melanjutkan berbagai program yang telah disiapkan pemerintah.
Selama menjabat, ia didampingi tiga wakil kepala, yakni Sony Sonjaya, Nanik S. Deyang, dan Lodewyk Pusung.
Akademisi IPB dengan Gelar Doktor Entomologi
Sebelum memasuki dunia birokrasi, Dadan merupakan akademisi di IPB University yang dikenal sebagai pakar serangga atau entomolog.
Berdasarkan profil akademiknya, Dadan menyelesaikan pendidikan sarjana bidang Hama dan Penyakit Tumbuhan pada 1990.
Dia kemudian melanjutkan studi magister di University of Bonn dan lulus pada 1997.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di Leibniz Universität Hannover hingga meraih gelar PhD pada tahun 2000.
Bidang keahlian yang digelutinya adalah entomologi, cabang ilmu biologi yang mempelajari berbagai aspek kehidupan serangga, mulai dari anatomi, perilaku, siklus hidup, hingga perannya dalam ekosistem.
Karier akademiknya membuat Dadan dikenal sebagai salah satu ilmuwan Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang dalam penelitian dan pendidikan tinggi sebelum dipercaya memimpin lembaga negara.
Nanik S Deyang Ambil Alih Kendali BGN
Dengan keputusan terbaru Presiden, tongkat estafet kepemimpinan BGN kini berada di tangan Nanik S. Deyang.
Sebagai sosok yang sebelumnya berada di lingkaran pimpinan BGN, Nanik dinilai telah memahami berbagai program yang sedang berjalan, termasuk agenda besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional.
Publik kini menanti arah kebijakan baru BGN di bawah kepemimpinan Nanik, terutama terkait keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.












