Topikseru.com – PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan perusahaan memprioritaskan keselamatan pekerja serta keberlangsungan operasional sebagai fokus utama.
“Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” ujar Baron.
Koordinasi Intensif dan Penguatan Mitigasi
Menurut Baron, Pertamina berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), serta otoritas setempat untuk memantau kondisi pekerja, operasional, dan armada perusahaan di kawasan Timur Tengah secara intensif.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko untuk memastikan rantai pasok energi tetap berjalan lancar meski situasi global bergejolak.
Sebagai tulang punggung energi nasional, Pertamina memastikan seluruh lini bisnis—mulai dari penyediaan minyak mentah hingga distribusi BBM dan LPG domestik—tetap beroperasi optimal dan terkendali.
Tiga Unit Bisnis Strategis Terdampak Dinamika Kawasan
Terdapat tiga unit bisnis strategis yang bersinggungan langsung dengan dinamika di Timur Tengah, yaitu:
- PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive, yang menangani aktivitas pengangkutan energi global.
- Pertamina Internasional EP (PIEP), yang menjalankan operasi hulu di Basra, Irak.
- Pertamina Patra Niaga, yang mengelola pengadaan minyak mentah dan produk energi dari kawasan Timur Tengah.
Ketiga unit tersebut menjadi fokus pemantauan dalam rangka menjaga kelangsungan operasional dan keamanan aset perusahaan.
Diversifikasi Sumber Pasokan dan Optimalisasi Kilang
Pertamina menyatakan memiliki portofolio pasokan minyak mentah, produk BBM, dan LPG yang terdiversifikasi, baik dari produksi dalam negeri maupun berbagai negara mitra.
Diversifikasi ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan suplai di tengah ketidakpastian geopolitik. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan operasional kilang domestik guna menjaga keseimbangan produksi dan distribusi.
Dengan sistem pengelolaan pasokan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Pertamina memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap aman dan memadai.
“Sebagai garda terdepan energi nasional, Pertamina memperketat pengawasan dan mengupayakan ketahanan pasokan crude, BBM, dan LPG tetap aman untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Baron.
Di tengah dinamika energi global, perusahaan pelat merah tersebut menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi internasional dan melakukan langkah antisipatif guna menjaga ketahanan energi nasional.
Stabilitas pasokan energi dinilai krusial dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat, terutama saat terjadi ketidakpastian di kawasan penghasil minyak dunia seperti Timur Tengah.













