Peristiwa

Gunung Merapi Luncurkan Dua Awan Panas Sejauh 1,6 Km Dini Hari, Status Masih Siaga

×

Gunung Merapi Luncurkan Dua Awan Panas Sejauh 1,6 Km Dini Hari, Status Masih Siaga

Sebarkan artikel ini
erupsi Gunung Merapi
Arsip Foto - Warga menyaksikan aktivitas guguran awan panas kecil Gunung Merapi di Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/2/2019). Foto: Antara

Topikseru.com, Yogyakarta – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat setelah gunung api aktif tersebut meluncurkan dua kali awan panas guguran pada Senin dini hari.

Fenomena tersebut teramati meluncur sejauh 1,6 kilometer ke arah barat daya dari puncak gunung.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengatakan awan panas tersebut terpantau selama periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.

“Teramati dua kali awan panas guguran ke arah barat daya atau Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter,” kata Agus dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin (16/3/2026).

Awan Panas Mengarah ke Kali Krasak

Berdasarkan data pemantauan BPPTKG, awan panas guguran tersebut mengarah ke kawasan aliran Kali Krasak yang berada di sektor barat daya Merapi.

Awan panas tersebut tercatat memiliki:

  • Amplitudo: 18–33 mm
  • Durasi: 175,24–188,35 detik

Selain awan panas, aktivitas kegempaan juga terdeteksi cukup intens selama periode pengamatan yang sama.

BPPTKG mencatat:

  • 49 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–41 mm
  • 14 kali gempa hibrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–30 mm

Guguran Lava Masih Terjadi

Selain awan panas, aktivitas guguran lava juga terus terpantau dari puncak Merapi.

BPPTKG mencatat:

  • 20 kali guguran lava ke arah barat daya atau Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,8 kilometer
  • 13 kali guguran lava menuju Kali Sat atau Kali Putih dengan jarak luncur maksimum yang sama
Baca Juga  Khutbah Jumat 19 Desember 2025: Dari Musibah menuju Muhasabah dan Tobat Kolektif

Secara visual, kondisi gunung terlihat cukup jelas dengan asap kawah berwarna putih bertekanan lemah hingga sedang.

Ketinggian asap tercatat sekitar 500 meter di atas puncak kawah.

Perubahan Morfologi Kubah Lava

Dalam laporan BPPTKG periode 6–12 Maret 2026, disebutkan bahwa kubah lava barat daya Gunung Merapi mengalami perubahan morfologi.

Perubahan tersebut dipicu oleh aktivitas guguran lava yang terus terjadi.

Namun, untuk kubah tengah Merapi, tidak terdeteksi perubahan morfologi yang signifikan.

Berdasarkan analisis foto udara pada 20 Februari 2026, volume kubah lava tercatat sebagai berikut:

  • Kubah barat daya: 4.044.000 meter kubik
  • Kubah tengah: 2.368.800 meter kubik

Status Gunung Merapi Masih Siaga

Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas diperkirakan mengarah ke sektor selatan hingga barat daya.

Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak antara lain:

Sektor Selatan-Barat Daya

  • Sungai Boyong hingga maksimal 5 kilometer
  • Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga maksimal 7 kilometer

Sektor Tenggara

  • Sungai Woro hingga maksimal 3 kilometer
  • Sungai Gendol hingga maksimal 5 kilometer

BPPTKG juga mengingatkan bahwa apabila terjadi letusan eksplosif, material vulkanik dapat terlontar hingga radius tiga kilometer dari puncak Merapi.