Topikseru.com, Medan – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat wisatawan mancanegara asal Malaysia menjadi yang paling dominan berkunjung ke wilayah tersebut sepanjang Februari 2026.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menyebutkan kontribusi Wisatawan Malaysia mencapai 47 persen dari total kunjungan internasional.
Kunjungan Wisman Tumbuh Positif
Total kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara yang beribu kota di Medan tercatat mencapai 24.851 kunjungan pada Februari 2026.
- Empat Guru di Deli Serdang Mengaku Jadi Korban Yayasan dan Bantah Terlibat Korupsi Dana BOS, Minta Keadilan ke Presiden Prabowo
- Kompol DK Akhirnya Jalani Patsus Usai Viral Video Diduga Asusila dan Gunakan "Pod Getar"
- Pesawat Saudi Airlines Sempat Gangguan di Kualanamu, 380 Jemaah Haji Tiba Selamat di Madinah
Jumlah tersebut menunjukkan tren peningkatan:
- Naik 10,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya
- Tumbuh 9,16 persen secara tahunan
Selain Malaysia, wisatawan dari negara lain yang turut menyumbang kunjungan antara lain:
- Singapura (6,63%)
- China (2,85%)
- Jerman (1,44%)
- Amerika Serikat (1,28%)
Okupansi Hotel Ikut Meningkat
Sejalan dengan peningkatan kunjungan wisatawan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara juga mengalami kenaikan.
BPS mencatat, secara tahunan pada Februari 2026, TPK hotel berbintang meningkat sebesar 1,04 persen, menandakan sektor perhotelan ikut terdorong oleh pertumbuhan pariwisata.
Okupansi Hotel Ikut Meningkat
Sejalan dengan peningkatan kunjungan wisatawan, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sumatera Utara juga mengalami kenaikan.
BPS mencatat, secara tahunan pada Februari 2026, TPK hotel berbintang meningkat sebesar 1,04 persen, menandakan sektor perhotelan ikut terdorong oleh pertumbuhan pariwisata.
Pemprov Sumut Genjot Kualitas Pariwisata
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, mengatakan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas layanan wisata.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggencarkan program sadar wisata kepada masyarakat.
“Program ini bertujuan agar masyarakat memahami pentingnya pelayanan terhadap wisatawan, sehingga mereka tidak hanya datang sekali, tetapi bisa kembali,” ujarnya.
Upaya ini dinilai penting untuk menjaga daya tarik destinasi sekaligus memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi daerah.












