Topikseru.com, Medan – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang Paskah 2026.
Sebanyak 7.271 pelanggan tercatat berangkat menggunakan kereta api pada Minggu (5/4/2026), yang bertepatan dengan Hari Paskah.
Secara kumulatif, jumlah penumpang yang dilayani selama periode 3 hingga 5 April 2026 mencapai 23.350 orang.
Kereta Api Tetap Jadi Pilihan Utama
Pelaksana Tugas Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan kereta api masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat untuk perjalanan antarkota.
“Kereta api masih menjadi pilihan karena menawarkan kenyamanan serta waktu tempuh yang lebih terukur,” ujarnya.
Menurutnya, tren ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis rel tetap terjaga, terutama saat momen libur panjang.
Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Selain melayani penumpang, KAI Divre I Sumatera Utara juga menggelar kegiatan edukasi keselamatan pada puncak perayaan Paskah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di perlintasan sebidang JPL 02–03 Jalan Pandi, Kota Medan, dengan melibatkan komunitas pecinta kereta api Divre I Railfans (DR1RF).
Petugas memberikan imbauan langsung kepada pengguna jalan untuk meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan di perlintasan.
Pengguna Jalan Diminta Utamakan Kereta Api
Dalam sosialisasi tersebut, KAI mengingatkan masyarakat terkait aturan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.
Anwar menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk tertib, mematuhi rambu, dan selalu mendahulukan kereta api,” katanya.
Komitmen KAI Tingkatkan Keselamatan
KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan, baik bagi penumpang maupun pengguna jalan.
Edukasi yang dilakukan diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat di periode libur panjang.













