Daerah

Pelajar 14 Tahun di Tapanuli Selatan Tewas Tersambar Petir Saat Mandi Hujan, Sempat Pingsan di Depan Rumah

×

Pelajar 14 Tahun di Tapanuli Selatan Tewas Tersambar Petir Saat Mandi Hujan, Sempat Pingsan di Depan Rumah

Sebarkan artikel ini
pelajar tersambar petir di Tapanuli Selatan saat hujan deras dan cuaca ekstrem di Batang Toru Sumatera Utara
Ilustrasi suasana hujan deras disertai kilatan petir di kawasan permukiman warga. Seorang pelajar di Tapanuli Selatan dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir saat hujan lebat.

Topikseru.com. Tapanuli Selatan— Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (18/4/2026) sore, berubah menjadi tragedi. Seorang pelajar berusia 14 tahun, Ramadhan Nola Sitompul, meninggal dunia setelah tersambar petir saat berada di luar rumah bersama teman-temannya.

Kapolsek Batang Toru, AKP Penggar M. Siboro, membenarkan peristiwa nahas tersebut.

Menurutnya, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika hujan lebat disertai kilatan petir melanda Desa Wek IV, Dusun Kampung Baru.

Kronologi Kejadian

Saat hujan turun, korban bersama beberapa rekannya mandi hujan di sekitar pekarangan rumah. Mereka juga sempat mengambil tebu di area depan rumah korban.

“Setelah mengambil tebu, korban dan temannya duduk di depan rumah untuk menikmatinya,” ujar AKP Penggar, Minggu (19/4/2026).

Namun cuaca masih dalam kondisi hujan deras disertai petir. Tiba-tiba sambaran petir mengenai korban.

Korban langsung pingsan di lokasi kejadian. Rekan korban yang panik segera berlari memanggil orang tua korban untuk meminta pertolongan.

Sempat Dilarikan ke Puskesmas

Keluarga kemudian membawa korban ke Puskesmas Batang Toru guna mendapatkan penanganan medis.

Petugas kesehatan telah melakukan upaya pertolongan pertama. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga  Menteri LH Hanif Faisol Ungkap Kayu Gelondongan Longsor Batang Toru Berasal dari Aktivitas Ilegal, Bukan Faktor Alam

“Korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di puskesmas,” kata Kapolsek.

Polisi Pastikan Murni Faktor Alam

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan dan pemeriksaan di lokasi, pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan unsur lain dalam kejadian tersebut.

Peristiwa tersebut murni disebabkan faktor alam akibat sambaran petir saat hujan deras berlangsung.

Imbauan Waspada Saat Cuaca Ekstrem

Kepolisian mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras disertai petir terjadi.

Aktivitas di area terbuka, lapangan, pekarangan rumah, maupun di bawah pohon saat hujan petir sangat berisiko terkena sambaran listrik alami tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan disertai petir. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas AKP Penggar.

Petir diketahui dapat menyambar objek tertinggi di area terbuka dan membahayakan siapa pun yang berada di sekitarnya.

Jenazah Dimakamkan

Jenazah korban telah dimakamkan pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di Tempat Pemakaman Umum Desa Wek IV, Kecamatan Batang Toru.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk segera mencari tempat aman ketika cuaca ekstrem mulai terjadi guna menghindari risiko fatal akibat sambaran petir.