Topikseru.com, Milan – Inter Milan resmi mengunci gelar juara Serie A musim 2025/2026. Kemenangan 2-0 atas Parma di Stadio Giuseppe Meazza, Senin (4/5) dini hari WIB, memastikan Nerazzurri tak terkejar di puncak klasemen.
Di balik kesuksesan itu, pelatih Cristian Chivu justru memilih merendah. Ia memberikan kredit besar kepada para pelatih pendahulunya yang dinilai telah membangun fondasi tim.
“Pendahulu saya sudah melakukan pekerjaan yang sangat baik,” ujar Chivu.
Gelar ke-21 Inter, Kunci di Pekan ke-35
Tambahan tiga poin membuat Inter mengoleksi 82 poin dari 35 pertandingan. Dengan tiga laga tersisa, angka tersebut sudah tak mungkin dikejar oleh Napoli yang berada di posisi kedua dengan 70 poin.
Ini menjadi gelar ke-21 Inter Milan sepanjang sejarah, meski masih berada di bawah Juventus yang memimpin daftar juara dengan 36 trofi.
Chivu: Fondasi Lama Jadi Kunci Adaptasi
Chivu menilai kesuksesan musim ini tak lepas dari warisan sistem dan kualitas pemain yang sudah dibangun sebelumnya.
Menurutnya, para pelatih terdahulu telah membentuk karakter dan pemahaman taktik para pemain, sehingga memudahkan-nya dalam mengelola tim di tengah musim yang tidak selalu mulus.
“Mereka membuat pemain memahami pertandingan. Itu membantu saya beradaptasi di setiap laga,” jelasnya.
Inter sendiri sempat mengalami periode naik-turun, namun mampu bangkit di momen krusial hingga akhirnya mengunci gelar lebih awal.
Marotta: Mimpi Masa Kecil Jadi Nyata
Presiden klub, Giuseppe Marotta, menyebut trofi ini sebagai realisasi impian lamanya.
Ia juga mengenang kontribusi para tokoh besar Inter seperti:
- Massimo Moratti
- Giacinto Facchetti
- Ivanoe Fraizzoli
- Steven Zhang
Marotta menilai keputusan menunjuk Chivu sebagai pelatih sejak awal musim menjadi langkah tepat.
“Kami melihat Chivu punya nilai fundamental: keberanian,” ujarnya.












